Berita

Global

Kongres Partai Komunis China Ke-19, Momentum Pembangunan Ekonomi Dunia

SELASA, 17 OKTOBER 2017 | 14:25 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Visi China yang tampak keluar akan terus akan terus menghasilkan skenario win-win untuk China dan mitranya di seluruh dunia, termasuk Amerika Serikat.

Hal ini ditegaskan oleh Duta Besar China untuk Amerika Serikat Cui Tiankai awal pekan ini jelang Kongres Nasional Partai Komunis China ke-19 yang akan dibuka besok.

Kongres besok akan menerapkan arahan nasional China setidaknya dalam lima tahun ke depan.


"Ini adalah saat yang penting bagi China, bukan hanya karena kami berharap kongres partai tersebut akan menggambarkan bahwa usaha China yang tak henti-hentinya dalam reformasi dan keterbukaan telah menambahkan momentum lebih lanjut tidak hanya untuk pembangunannya sendiri, tetapi juga pada ekonomi dunia," kata Cui dalam sebuah artikel di CNN awal pekan ini.

China sebelumnya telah menunjukkan kongres partai bisa menjadi awal tekad dan perkembangan yang luar biasa.

Ia menjelaskan bahwa di dalam negeri, kualitas hidup orang-orang China telah mengalami peningkatan yang nyata dengan rata-rata harapan hidup di China mencapai 76,34 tahun pada tahun 2015 dan lebih dari 700 juta orang telah dicabut dari kemiskinan sejak tahun 1978, menurut Bank Dunia.

Secara internasional, sambungnya, China tetap menjadi pemain terdepan dalam pertumbuhan ekonomi terutama sejak kongres partai terakhirnya. China pun mengambil langkah untuk meningkatkan kontribusi terhadap tata pemerintahan ekonomi internasional, melalui dukungan kuat terhadap globalisasi dan perdagangan bebas, dan usaha yang inovatif seperti Asian Infrastructure Development Bank dan the Belt and Road Initiative, kata Cui.

"Melalui pendekatan seperti ini, kami berusaha membawa seluruh dunia ke depan dengan menutup kesenjangan dalam pembangunan dan kemiskinan yang melemahkan keamanan global sementara juga terlibat dengan mitra seperti Amerika Serikat dengan cara baru dan saling membangun," tegasnya. [mel]

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

UPDATE

OASE III PTKIN 2026: UIN Sunan Kalijaga Raih Juara Umum

Sabtu, 07 November 2026 | 08:19

Wall Street Rebound, Nasdaq Masih Babak Belur

Sabtu, 07 November 2026 | 08:05

Luruskan Tudingan Rekayasa, Muhammad Munawar: Proses Etik Dasaad Dilakukan secara Kelembagaan

Sabtu, 07 November 2026 | 07:38

Siapa Stephen Miller, Orang Kepercayaan Trump yang Jadi Kepala Staf Gedung Putih?

Sabtu, 07 November 2026 | 07:28

Gejolak Politik AS dan Krisis Prancis Tekan Pasar Saham Eropa

Sabtu, 07 November 2026 | 07:10

Ahmad Doli Kurnia dan Masa Depan Golkar

Sabtu, 07 November 2026 | 06:50

Penyadapan Presiden Bukan Pengalihan Isu, Tapi Operasi Terorganisir

Sabtu, 07 November 2026 | 06:25

Palestina dan Percaturan Imperium Global

Sabtu, 07 November 2026 | 05:59

Penyadapan Prabowo Ancaman Serius terhadap Negara

Sabtu, 07 November 2026 | 05:41

Kasus Listyo Sigit Momentum Evaluasi Sistem Keamanan Nasional

Sabtu, 07 November 2026 | 05:18

Selengkapnya