Berita

Matt Charman/Net

Dunia

Buat Serial Drama Soal Korut, Perusahaan Produksi Film Diretas

SELASA, 17 OKTOBER 2017 | 07:32 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Peretas Korea Utara dituduh menargetkan sebuah perusahaan televisi Inggris yang membuat drama soal negara tersebut.

Drama yang dibuat dalam bentuk serial berjudul "Opposite Number" itu melibatkan penulis naskah yang masuk nominasi Oscar Matt Charman.

Plot drama melibatkan seorang ilmuan nuklir Inggris yang dipenjara di Korea Utara.


Pada bulan Agustus 2014, Channel 4 mengumumkan apa yang dikatakannya sebagai serial drama yang berani dan provokatif.

Namun BBC awal pekan ini mengabarkan bahwa perusahaan produksi yang terlibat dalam produksi drama, Mammoth Screen mengalami peretasan komputer.

Perusahaan itu sendiri mengeluarkan laporan yang menyebut bahwa proyek produksi film belum bergeraj lebih maju karena kegagalan mendapatkan dana.

Pejabat Korea Utara menanggapi dengan marah saat rincian serial TV pertama kali diungkap. Pyongyang menggambarkan plot tersebut sebagai sebuah "lelucon fitnah" dan meminta pemerintah Inggris untuk menarik seri tersebut untuk menghindari hubungan yang merusak.

Serangan tersebut tidak menimbulkan kerusakan, namun kehadiran hacker Korea Utara pada sistem tersebut menimbulkan kekhawatiran luas mengenai apa yang mungkin mereka lakukan. [mel]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

UPDATE

Bakom RI Gandeng Homeless Media Perluas Komunikasi Pemerintah

Kamis, 07 Mei 2026 | 14:17

Bakom Rangkul Homeless Media, Komisi I DPR: Layak Diapresiasi tetapi Tetap Harus Diawasi

Kamis, 07 Mei 2026 | 14:12

Israel Kucurkan Rp126 Triliun demi Pulihkan Citra Global yang Kian Terpuruk

Kamis, 07 Mei 2026 | 14:11

Teguh Santosa: Nuklir Jangan Dijadikan Alat Tawar Politik Global

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:55

AS-Iran di Ambang Kesepakatan Damai

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:34

LHKPN Prabowo dan Anggota Kabinet Merah Putih Masih Tahap Verifikasi

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:22

Apa Itu Homeless Media Dan Mengapa Populer Di Era Digital Saat Ini

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:13

Tangguh di Level 7.117, IHSG Menguat 0,36 Persen di Sesi I

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:13

China dan Iran Gelar Pertemuan Penting Bahas Situasi Timur Tengah

Kamis, 07 Mei 2026 | 12:46

Industri Film Bisa jadi Sumber Pertumbuhan Ekonomi Baru

Kamis, 07 Mei 2026 | 12:15

Selengkapnya