Berita

Hapilon/BBC

Dunia

Militan Top Filipina Tewas Di Tangan Tentara

SENIN, 16 OKTOBER 2017 | 20:22 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Pasukan militer di Filipina selatan mengatakan bahwa mereka telah membunuh Isnilon Hapilon, militan Abu Sayyaf yang dipandang sebagai pemimpin kelompok militan Islam di Asia Tenggara.

Hapilon, yang berada dalam daftar "teroris paling dicari" AS, tewas di Marawi bersama dengan seorang militan lain yang dicari, Omar Maute.

Kota ini sebagian dipegang oleh gerilyawan sejak sebuah serangan pemberontak Mei lalu.


Kematian yang dilaporkan terjadi di tengah dorongan militer untuk mengakhiri pengepungan setelah berbulan-bulan pertempuran antara tentara dan militan.

Wilayah ini merupakan rumah bagi sejumlah kelompok pemberontak Muslim, yang banyak di antaranya dalam beberapa tahun terakhir mencari aliansi dengan apa yang disebut ISIS.

"Ini akan menjadi masalah hitungan hari sebelum akhirnya diumumkan bahwa Marawi telah dibebaskan dari cengkeraman teroris," kata kepala staf angkatan darat Jenderal Eduardo Ano dalam sebuah konferensi pers.

"Tidak akan ada yang menyerah," tambahnya seperti dimuat BBC.

Ia mengangkat foto dua wajah berdarah yang dia katakan adalah Hapilon dan Maute, satu dari dua bersaudara yang memimpin kelompok pemberontak Maute di wilayah tersebut.

Hapilon ditembak di kepala dan Maute meninggal karena luka di dada saat operasi malam hari, kata beberapa pejabat. Keberadaan mereka diketahui setelah seorang sandera yang dibebaskan memberi tahu pihak berwenang tentang keberadaan mereka. [mel]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Koperasi Harus Saling Berkolaborasi Perbesar Dampak Ekonomi

Jumat, 10 April 2026 | 22:20

Presiden Harus Ganti Gus Ipul Demi Sukses Muktamar NU

Jumat, 10 April 2026 | 22:14

Demonstran: MK Harus Jaga Marwah dan Jangan Takut Tekanan

Jumat, 10 April 2026 | 22:06

Pimpinan Baru Ombudsman RI Bertekad Kawal Asta Cita dan Perkuat Pengawasan Publik

Jumat, 10 April 2026 | 22:02

Teddy Bantah Isu RI Kaos, BBM Subsidi Tak Naik Jadi Bukti

Jumat, 10 April 2026 | 21:43

Breaking News: KPK OTT Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo

Jumat, 10 April 2026 | 21:38

Reshuffle Menteri Prabowo Jangan Tebang Pilih

Jumat, 10 April 2026 | 21:16

Dihantam Gelombang Mundur, PKN: Mati Satu Tumbuh Seribu

Jumat, 10 April 2026 | 21:02

Perlu Peraturan Pemerintah Baru Demi Lindungi 64 Juta UMKM di Era Digital

Jumat, 10 April 2026 | 20:48

TNI Digeber Lewat Bimtek Ketahanan Pangan

Jumat, 10 April 2026 | 20:44

Selengkapnya