Berita

Irfan Basri/Net

Politik

Khofifah Cawapres Ideal Bagi Jokowi Di 2019

MINGGU, 15 OKTOBER 2017 | 16:42 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa dinilai sebagai figur yang pantas menjadi calon wakil presiden (cawapres) mendampingi Joko Widodo (Jokowi) di Pilpres 2019 mendatang.

Penilaian itu sebagaimana disampaikan pendiri Sekretariat Nasional (Seknas) Khofifah Indar Parawansa, Irfan Basri dalam keterangan tertulisnya, Minggu (15/10).

Irfan kemudian menjabarkan sejumlah alasan atas penilaiannya itu. Menurutnya, Khofifah memiliki rekam jejak kepemimpinan yang panjang dalam rute kepemimpinan nasional. Khofifah merupakan figur bersih dan berprestasi, yang merepresentasi citra Islam Indonesia yang damai dan toleran, serta sosok yang merakyat dan sederhana.


"Khofifah itu politisi perempuan terbaik yang kita miliki. Kami melihat dibandingkan cawapres lainnya yang beredar selama ini, beliau punya rekam jejak nyaris sempurna dalam rute politik nasional, bersih dan berprestasi, mewakili citra Islam Indonesia, serta figur yang merakyat," ujarnya.

Irfan menuturkan bahwa rekam jejak kepemimpinan Khofifah dapat dilihat dari berbagai aspek. Di wilayah eksekutif, Khofifah pernah dua kali menjabat menteri, yakni Menteri Sosial era Jokowi dan Menteri Pemberdayaan Perempuan era Gus Dur, bahkan Kepala Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN).

Sementara di wilayah legislatif Khofifah pernah menjadi wakil ketua DPR RI, pimpinan fraksi PPP DPR RI, pimpinan fraksi PKB, dan dua kali menjabat pimpinan komisi DPR RI.

Di wilayah organisasi, Khofifah pernah empat kali berturut-turut menjabat Ketua Umum Muslimat Nahdlatul Ulama (NU). Bahkan dalam konteks dunia internasional, Khofifah kerap menjadi ketua delegasi Indonesia di Markas Besar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), New York, Amerika Serikat.

"Di eksekutif beliau pernah dua kali jadi menteri, di legislatif jadi wakil ketua DPR RI, dua kali pimpinan fraksi, dua kali pimpinan komisi DPR RI. Di organisasi Ibu Khofifah juga empat kali berturut-turut pimpin Muslimat NU, bahkan sering jadi ketua delegasi Indonesia di PBB,"lanjut relawan Jokowi-JK 2014 itu.

Selain itu, menurut Irfan, Khofifah merupakan sosok yang mampu menjawab kebutuhan akan kepemimpinan modern yang berbasis pada tradisi. Di saat yang sama, Khofifah juga punya basis massa solid dan merupakan tokoh yang disukai para kiai.

"Ibu Khofifah itu pemimpin modern yang berbasis tradisi. Beliau juga punya basis grassroot kuat dan didukung para kiai," tutupnya. [ian]

Populer

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Jokowi Masih Berperilaku seperti Penguasa RI

Senin, 10 Agustus 2026 | 03:00

UPDATE

Istana Merdeka Menjelma jadi Pusat Pesta Rakyat dan Surga Kuliner UMKM

Jumat, 21 Agustus 2026 | 00:09

Mirza Fakhrul Islam Alamgir Terpilih Jadi Presiden Baru Bangladesh

Kamis, 20 Agustus 2026 | 23:52

Penanganan Bencana NTT Tidak Boleh Ada Kendala Anggaran!

Kamis, 20 Agustus 2026 | 23:38

Penumpang Bus NPM Pembawa Ratusan Vape Etomidate Diringkus Polisi

Kamis, 20 Agustus 2026 | 23:18

PDIP Lepas Kapal RS Apung Laksamana Malahayati ke Lokasi Gempa NTT

Kamis, 20 Agustus 2026 | 22:26

Purbaya Siapkan Rp3 Triliun Insentif untuk Satu Juta Motor Listrik

Kamis, 20 Agustus 2026 | 22:15

DPO Narkoba Club Malam Batam Diringkus saat Mau Kabur ke Malaysia

Kamis, 20 Agustus 2026 | 22:01

Dewan Adat Bamus Betawi Minta Warga Pati Tak Demo di Jakarta

Kamis, 20 Agustus 2026 | 21:30

Gibran Minta Maaf ke Pengungsi Gempa NTT

Kamis, 20 Agustus 2026 | 21:06

Sayembara Ijazah SMA Gibran Tak Mengubah Standar Pembuktian Hukum

Kamis, 20 Agustus 2026 | 21:02

Selengkapnya