Berita

We Chat/Net

Global

WeChat Minta Maaf Atas Terjemahan Bernada Rasial

SABTU, 14 OKTOBER 2017 | 18:30 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Aplikasi perpesanan China WeChat meminta maaf setelah perangkat lunaknya menggunakan kata yang dinilai rasial sebagai terjemahan bahasa Inggris untuk bahasa China untuk "orang asing hitam".

Perusahaan menyalahkan algoritme karena menghasilkan kesalahan.

Kesalahan itu pertama kali dilihat oleh Ann James, seorang warga Amerika kulit hitam yang tinggal di Shanghai, saat dia mengirim sms rekan-rekannya di China untuk mengatakan bahwa dia terlambat.


James, yang menggunakan fitur terjemahan WeChat untuk membaca tanggapan orang Tionghoa, mendapat jawaban yang aneh. Ia kemudian memeriksa frasa tersebut dan rekannya memberitahu bahwa itu adalah ekspresi netral, bukan kata-kata kotor.

WeChat mengakui kesalahan tersebut pada situs berita yang berpusat di China.

"Kami sangat menyesal atas terjemahan yang tidak sesuai. Setelah menerima umpan balik dari pengguna, kami segera memperbaiki masalah ini," begitu keterangan WeChat.

Perangkat lunak aplikasi menggunakan kecerdasan buatan yang telah diberi umpan teks besar untuk membantunya memilih terjemahan terbaik.

Ini didasarkan pada konteks, jadi terkadang menggunakan ungkapan yang menghina saat membicarakan kejadian negatif.

Hampir satu miliar orang menggunakan WeChat, yang memungkinkan pengguna bermain game, berbelanja online, dan membayar barang serta mengirim pesan. Ini mirip aplikasi chat populer lainnya, WhatsApp, namun tunduk pada penyensoran. [mel]

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

UPDATE

OASE III PTKIN 2026: UIN Sunan Kalijaga Raih Juara Umum

Sabtu, 07 November 2026 | 08:19

Wall Street Rebound, Nasdaq Masih Babak Belur

Sabtu, 07 November 2026 | 08:05

Luruskan Tudingan Rekayasa, Muhammad Munawar: Proses Etik Dasaad Dilakukan secara Kelembagaan

Sabtu, 07 November 2026 | 07:38

Siapa Stephen Miller, Orang Kepercayaan Trump yang Jadi Kepala Staf Gedung Putih?

Sabtu, 07 November 2026 | 07:28

Gejolak Politik AS dan Krisis Prancis Tekan Pasar Saham Eropa

Sabtu, 07 November 2026 | 07:10

Ahmad Doli Kurnia dan Masa Depan Golkar

Sabtu, 07 November 2026 | 06:50

Penyadapan Presiden Bukan Pengalihan Isu, Tapi Operasi Terorganisir

Sabtu, 07 November 2026 | 06:25

Palestina dan Percaturan Imperium Global

Sabtu, 07 November 2026 | 05:59

Penyadapan Prabowo Ancaman Serius terhadap Negara

Sabtu, 07 November 2026 | 05:41

Kasus Listyo Sigit Momentum Evaluasi Sistem Keamanan Nasional

Sabtu, 07 November 2026 | 05:18

Selengkapnya