Berita

Duterte/Net

Global

Duterte Pastikan Tak Lagi Pimpin Perang Melawan Narkoba Di Filipina

SABTU, 14 OKTOBER 2017 | 17:46 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Presiden Filipina Rodrigo Duterte memastikan bahwa ia tak lagi akan memimpin perang melawan narkoba di negara tersebut.

Sebaga gantinya, operasi akan dipimpin oleh Badan Penegakan Obat-obatan di negara di Filipina.

Pekan ini, Duterte telah menandatangani sebuah memorandum yang menugaskan Badan Penegakan Obat Filipina (PDEA) untuk menjadi agen tunggal untuk memerangi obat-obatan terlarang.


Perintah tersebut secara efektif menangguhkan operasi Oplan Double Barrel dan Oplan Tokhang yang dilakukan oleh Polisi Nasional Filipina (PNP) selama lebih dari setahun terakhir.

Selain itu, biro Investigasi Nasional juga diperintahkan untuk menghentikan operasinya terhadap perang melawan narkoba.

Sejak menjabat Juni tahun lalu, Duterte telah mengatasi masalah narkoba di Filipina sebagai prioritas utama.

Kampanye tersebut mendapat banyak kritik dari badan hak asasi manusia dan pemimpin asing karena ribuan orang kehilangan nyawa mereka dalam pembunuhan terkait narkoba baik dalam serangan polisi atau oleh warga negara biasa.

Tindakan keras tersebut mengakibatkan hampir 3.900 kematian.

Jumat kemarin (13/10), Duterte kembali menegaskan bahwa ia tidak akan lagi ikut campur dalam perang melawan narkoba nasional, sebagian karena semua publisitas dan kritik negatif.

"Saya tidak akan lagi ikut campur. Saya tidak mencuci tangan saya. Saya hanya tidak ingin terlibat lagi, "kata Duterte dalam sebuah wawancara seperti dimuat Russia Today.

"Jika ada operasi narkoba, polisi jangan ikut campur," tegasnya. [mel]

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

UPDATE

OASE III PTKIN 2026: UIN Sunan Kalijaga Raih Juara Umum

Sabtu, 07 November 2026 | 08:19

Wall Street Rebound, Nasdaq Masih Babak Belur

Sabtu, 07 November 2026 | 08:05

Luruskan Tudingan Rekayasa, Muhammad Munawar: Proses Etik Dasaad Dilakukan secara Kelembagaan

Sabtu, 07 November 2026 | 07:38

Siapa Stephen Miller, Orang Kepercayaan Trump yang Jadi Kepala Staf Gedung Putih?

Sabtu, 07 November 2026 | 07:28

Gejolak Politik AS dan Krisis Prancis Tekan Pasar Saham Eropa

Sabtu, 07 November 2026 | 07:10

Ahmad Doli Kurnia dan Masa Depan Golkar

Sabtu, 07 November 2026 | 06:50

Penyadapan Presiden Bukan Pengalihan Isu, Tapi Operasi Terorganisir

Sabtu, 07 November 2026 | 06:25

Palestina dan Percaturan Imperium Global

Sabtu, 07 November 2026 | 05:59

Penyadapan Prabowo Ancaman Serius terhadap Negara

Sabtu, 07 November 2026 | 05:41

Kasus Listyo Sigit Momentum Evaluasi Sistem Keamanan Nasional

Sabtu, 07 November 2026 | 05:18

Selengkapnya