Berita

Jean Claude Juncker/BBC

Dunia

Jika Kemerdekaan Catalunya Didukung, Uni Eropa Akan Bisa Punya 90 Negara Anggota

SABTU, 14 OKTOBER 2017 | 15:17 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Presiden Komisi Eropa Jean Claude Juncker menegaskan bahwa pihaknya tidak mendukung kemerdekaan Catalunya.

Dalam sebuah forum mahasiswa di Luksemburg, Junker menegaskan bahwa penolakan atas kemerdekaan Catalunya adalah agar tidak terjadi kasus serupa di masa mendatang.

"Jika kita mengizinkan, tapi bukan urusan kita, Catalunya menjadi merdeka, yang lain akan melakukan hal yang sama dan saya tidak akan menyukainya," kata Junker.


"Saya tidak ingin Uni Eropa dalam 15 tahun terdiri dari sekitar 90 negara," sambungnya seperti dimuat BBC. Pernyataan itu menggambarkan bahwa akan banyak wilayah lainnya yang mengikuti jejak Catalunya untuk merdeka dan menjadi negara sendiri.

Diinformasikan sebelumnya bahwa Spanyol mengalami gejolak sejak pemerintah separatis di Catalunya menggelar referendum kemerdekaan 1 Oktober lalu.

Pemungutan suara, yang dinyatakan tidak sah oleh pengadilan tinggi Spanyol, memiliki 43 persen jumlah pemilih dengan 90 persen di antaranya memilih mendukung kemerdekaan.

Pemimpin Catalunya Carles Puigdemont menandatangani sebuah pernyataan kemerdekaan simbolik pada hari Selasa lalu yang mengundang kritik keras dari Spanyol. [mel]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

UPDATE

Bakom RI Gandeng Homeless Media Perluas Komunikasi Pemerintah

Kamis, 07 Mei 2026 | 14:17

Bakom Rangkul Homeless Media, Komisi I DPR: Layak Diapresiasi tetapi Tetap Harus Diawasi

Kamis, 07 Mei 2026 | 14:12

Israel Kucurkan Rp126 Triliun demi Pulihkan Citra Global yang Kian Terpuruk

Kamis, 07 Mei 2026 | 14:11

Teguh Santosa: Nuklir Jangan Dijadikan Alat Tawar Politik Global

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:55

AS-Iran di Ambang Kesepakatan Damai

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:34

LHKPN Prabowo dan Anggota Kabinet Merah Putih Masih Tahap Verifikasi

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:22

Apa Itu Homeless Media Dan Mengapa Populer Di Era Digital Saat Ini

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:13

Tangguh di Level 7.117, IHSG Menguat 0,36 Persen di Sesi I

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:13

China dan Iran Gelar Pertemuan Penting Bahas Situasi Timur Tengah

Kamis, 07 Mei 2026 | 12:46

Industri Film Bisa jadi Sumber Pertumbuhan Ekonomi Baru

Kamis, 07 Mei 2026 | 12:15

Selengkapnya