Berita

Joshua Boyle/APNews

Dunia

Eks Sandera Jaringan Taliban: Mereka Membunuh Bayi Dan Memperkosa Istri Saya

SABTU, 14 OKTOBER 2017 | 14:16 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Mantan sandera kelompok militan Haqqani di Afghanistan, Joshua Boyle menceritakan kisah pilunya selama lima tahun ditahan oleh kelompok yang berafiliasi dengan Taliban tersebut.

Boyle yang tiba di Kanada Jumat malam (13/10) waktu setempat segara memberikan pernyataan ke wartawan setempat yang menantinya di bandara.

Ia tiba bersama dengan istrinya yang adalah warga negara Amerika Serikat Caitlan Coleman, dan tiga anaknya yang masih kecil.


Mereka berhasil diselamatkan pada Rabu kemarin setelah diculik saat melakukan perjalanan backpacking lima tahun lalu.

Dikabarkan Associated Press, Boyle menyebut bahwa pada saat itu ia berada di Afghanistan untuk membantu penduduk desa yang tinggal jauh di dalam Afghanistan yang dikuasai Taliban di mana tidak ada LSM, tidak ada pekerja bantuan dan tidak ada pemerintah yang berhasil berhasil membawa bantuan yang diperlukan.

Pada saat disandera, sang istri, Coleman tengah hamil dan melahirkan di dalam tahanan.

Boyle mengaku bahwa kelompok militan tersebut memperlakukan mereka secara tidak manusiawi. Mereka membunuh bayi perempuannya.

"Kebodohan dan kejahatan penculikan jaringan Haqqani terhadap seorang peziarah dan istrinya yang tengah hamil dan terlibat dalam membantu penduduk desa biasa di daerah yang dikuasai Taliban di Afghanistan, terhalang hanya oleh kebodohan dan kejahatan karena mengizinkan pembunuhan anak perempuan saya," katanya.

Bukan hanya itu, ia juga menyebut bahwa militan kelompok tersebut telah memperkosa istrinya selama mereka ditahan. Boyle mengatakan istrinya diperkosa oleh seorang penjaga yang dibantu oleh atasannya. [mel]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

Suhud Dorong RUU Ketenagakerjaan Perkuat Perlindungan Buruh dan Kepastian Usaha

Jumat, 11 September 2026 | 16:25

KPK Panggil 3 Tersangka Baru Kasus Suap Pemerasan Sertifikasi K3 Kemnaker

Jumat, 11 September 2026 | 16:19

Trump Sumpah Bareng Pendukung Republik, Ancam yang Tak Nyoblos Masuk Neraka

Jumat, 11 September 2026 | 16:13

Keluarga Dokter Icha Tuntut Tiga Anggota DPRD TTU Tersangka Intimidasi Dipecat

Jumat, 11 September 2026 | 15:58

DPR: Sebelum Batas Waktu, Tim SAR Maksimalkan Upaya Cari Lima Jurnalis di Selat Sunda

Jumat, 11 September 2026 | 15:46

Aljazair Mendadak Putus Hubungan Diplomatik dengan UEA

Jumat, 11 September 2026 | 15:44

Bahlil Tegaskan BUK Migas Belum Diputuskan

Jumat, 11 September 2026 | 15:00

Jejak Korupsi Rejang Lebong Merambah ke Bengkulu, Kini Giliran Ketua DPRD Herimanto Diperiksa

Jumat, 11 September 2026 | 14:54

Kemenhaj Rilis Peserta CAT PPIH 2027 Gelombang 2

Jumat, 11 September 2026 | 14:46

Kemenhut Bakal Tindaklanjuti Temuan Lima Bayi Orangutan di India

Jumat, 11 September 2026 | 14:35

Selengkapnya