Berita

Global

Netanyahu Di Balik Kebijakan Trump Soal Kesepakatan Nuklir Iran?

SABTU, 14 OKTOBER 2017 | 13:54 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu adalah sosok di balik keputusan kontroversial Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk menghentikan kesepakatan nuklir dengan Iran.

Begitu pandangan seorang analis politik, Kevin Barrett yang disampaikan kepada media Iran Press TV akhir pekan ini.

"Sekali lagi Trump memberi kita pendekatan paranoid dan bermusuhan untuk urusan dunia ini, kita telah melihat ini berulang kali dengan ceramahnya yang berlebihan, ancamannya terhadap Korea Utara dan sekarang dia mengancam Iran," kata Barrett, seorang penulis dan komentator politik di Madison, Wisconsin.


Ia menilai bahwa masalah Trump dengan Iran tidak terkait dengan program nuklirnya, namun mengenai pandangan Tehran tentang zionisme.

"Iran mengatakan kebenaran tentang Zionisme dan mencerminkan pendapat dan pandangan mayoritas masyarakat Timur Tengah, tentang Zionisme yang harus diakhiri Zionisme dan Palestina harus dibebaskan," katanya.

"Jadi itulah masalah sebenarnya di sini dan permusuhan ekstrim Trump terhadap Iran, yang semuanya didasarkan pada masalah yang tidak ada ini seputar senjata nuklir, benar-benar merupakan cerminan fakta bahwa Netanyahu mengendalikan Gedung Putih Trump," katanya.

Diketahui bahwa pda Jumat (13/10), Trump mengeluarkan putusan untuk tidak mengesahkan nuklir 2015 antara kekuatan global dengan Iran yang dikenal dengan Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA).

Trump memperingatkan bahwa pada akhirnya dia dapat menghentikan kesepakatan tersebut. [mel]

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

UPDATE

OASE III PTKIN 2026: UIN Sunan Kalijaga Raih Juara Umum

Sabtu, 07 November 2026 | 08:19

Wall Street Rebound, Nasdaq Masih Babak Belur

Sabtu, 07 November 2026 | 08:05

Luruskan Tudingan Rekayasa, Muhammad Munawar: Proses Etik Dasaad Dilakukan secara Kelembagaan

Sabtu, 07 November 2026 | 07:38

Siapa Stephen Miller, Orang Kepercayaan Trump yang Jadi Kepala Staf Gedung Putih?

Sabtu, 07 November 2026 | 07:28

Gejolak Politik AS dan Krisis Prancis Tekan Pasar Saham Eropa

Sabtu, 07 November 2026 | 07:10

Ahmad Doli Kurnia dan Masa Depan Golkar

Sabtu, 07 November 2026 | 06:50

Penyadapan Presiden Bukan Pengalihan Isu, Tapi Operasi Terorganisir

Sabtu, 07 November 2026 | 06:25

Palestina dan Percaturan Imperium Global

Sabtu, 07 November 2026 | 05:59

Penyadapan Prabowo Ancaman Serius terhadap Negara

Sabtu, 07 November 2026 | 05:41

Kasus Listyo Sigit Momentum Evaluasi Sistem Keamanan Nasional

Sabtu, 07 November 2026 | 05:18

Selengkapnya