Berita

Duterte/Net

Dunia

Duterte Ancam Usir Dubes Uni Eropa Dari Filipina Dalam Waktu 24 Jam

JUMAT, 13 OKTOBER 2017 | 15:41 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Presiden Filipina Rodrigo Duterte mengancam untuk mengusir duta besar Eropa dalam waktu 24 jam (Jumat, 13/10). Duterte memberi isyarat dalam pidato yang berapi-api bahwa dia tidak akan mentoleransi kritik Eropa atas perang obat terlarang. 

Duterte menuduh Uni Eropa mencampuri urusan domestik Filipina, dan menuduh Uni Eropa ingin membebaskan negara tersebut dari PBB.

"Sama seperti itu yang Anda ceritakan kepada kami,'Anda akan dikecualikan di PBB'. Anak pelacur pergi ke depan, "kata Duterte kepada wartawan di Filipina seperti dimuat The Guardian.


Ia menambahkan bahwa negara-negara Eropa memanfaatkan Filipina sebagai orang miskin.

"Anda memberi kami uang maka Anda mulai mengatur apa yang harus dilakukan dan mana yang seharusnya tidak terjadi di negara kami. Omong kosong Kita melewati tahap penjajahan. Jangan bercanda dengan kita," sambungnya.

Duterte mengatakan bahwa dia siap untuk menendang duta besar Eropa ke luar negeri jika pemerintah mereka mencoba untuk mengusir Filipina.

"Anda pikir kita adalah sekelompok orang bodoh di sini. Anda adalah salah satunya. Sekarang duta besar negara-negara itu dengarkan saya, karena kita bisa memotong saluran diplomatik besok. Anda meninggalkan negara saya dalam 24 jam, kalian semua," tegasnya.

Belum jelas mengapa Duterte melontarkan tuduhan tersebut. Pasalnya Uni Eropa tidak memberikan komentar publik tentang keinginan untuk menghapus Filipina dari Perserikatan Bangsa-Bangsa, dan Duterte tidak menjelaskan alasannya untuk mencurigai hal itu.

Juru bicara kepresidenan Ernesto Abella kemudian mengatakan bahwa komentar Duterte adalah sebuah ungkapan kemarahan atas kritik oleh sekelompok kecil anggota parlemen Eropa dan ajudan yang mengadakan sebuah konferensi pers di Manila pada hari Senin untuk mengutuk perang melawasn narkoba yang dilakukan Duterte.

Abella mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa kelompok tersebut, dari Progresif Aliansi dan Partai Sosialis Eropa, telah secara salah menggambarkan dirinya sebagai misi Uni Eropa.

"Pernyataan delegasi yang tidak bertanggung jawab ini memprotes dugaan pembunuhan di bawah Pemerintahan Duterte yang merendahkan status kita sebagai negara yang berdaulat," kata Abella.

"Sudah lama presiden kita mentolerir gangguan yang tidak semestinya ini dalam urusan domestik kita, dan dia telah memutuskan bahwa ini harus dihentikan untuk menjaga integritas dan martabat Negara kita sebagai negara yang berdaulat," sambungnya.

Sementara itu, sebuah pernyataan yang dikeluarkan oleh delegasi EU ke Filipina pada Kamis malam juga mengatakan bahwa kelompok yang datang ke Manila bukanlah misi Uni Eropa.

Pernyataan itu menekankan bahwa Uni Eropa ingin bekerja dengan Filipina di PBB, dan bukan mengeluarkannya.

"Uni Eropa dan Filipina bekerja secara konstruktif dan produktif bersama dalam kemitraan yang erat dalam banyak konteks dan wilayah, termasuk, tentu saja, dalam konteks PBB," kata pernyataan tersebut. [mel]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Koperasi Harus Saling Berkolaborasi Perbesar Dampak Ekonomi

Jumat, 10 April 2026 | 22:20

Presiden Harus Ganti Gus Ipul Demi Sukses Muktamar NU

Jumat, 10 April 2026 | 22:14

Demonstran: MK Harus Jaga Marwah dan Jangan Takut Tekanan

Jumat, 10 April 2026 | 22:06

Pimpinan Baru Ombudsman RI Bertekad Kawal Asta Cita dan Perkuat Pengawasan Publik

Jumat, 10 April 2026 | 22:02

Teddy Bantah Isu RI Kaos, BBM Subsidi Tak Naik Jadi Bukti

Jumat, 10 April 2026 | 21:43

Breaking News: KPK OTT Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo

Jumat, 10 April 2026 | 21:38

Reshuffle Menteri Prabowo Jangan Tebang Pilih

Jumat, 10 April 2026 | 21:16

Dihantam Gelombang Mundur, PKN: Mati Satu Tumbuh Seribu

Jumat, 10 April 2026 | 21:02

Perlu Peraturan Pemerintah Baru Demi Lindungi 64 Juta UMKM di Era Digital

Jumat, 10 April 2026 | 20:48

TNI Digeber Lewat Bimtek Ketahanan Pangan

Jumat, 10 April 2026 | 20:44

Selengkapnya