Berita

Kwon Oh-hyun/BBC

Global

Krisis Kepemimpinan, Pejabat Top Samsung Mundur

JUMAT, 13 OKTOBER 2017 | 13:19 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

. Kepala Eksekutif Samsung Elektronik Kwon Oh-hyun memilih mundur dari jabatan top hari ini (Jumat, 13/10).

Ia menyebut bahwa alsan pengunduran dirinya adalah karena krisis yang saat ini terjadi di tubuh raksasa elektronik Korea Selatan tersebut.

"Karena kita menghadapi krisis yang belum pernah terjadi sebelumnya di dalam, saya percaya bahwa saat ini telah tiba bagi perusahaan untuk mulai lagi, dengan semangat baru dan kepemimpinan muda untuk merespons tantangan yang timbul dari industri TI dengan cepat berubah," katanya. dalam sebuah pernyataan seperti dimuat BBC.


Ini adalah pergolakan terbaru yang terjdi di manajemen Samsung setelah pewaris Grup Samsung Lee Jae-yong dipenjara karena kasus korupsi bulan Agustus lalu.

Kwon yang merupakan satu dari tiga kepala eksekutif Samsung Electronics diketahui juga bertugas di dewan Samsung Electronics. Ia mengatakan telah mempertimbangkan keputusannya tersebut matang-matang dan tidak lagi menundanya.

Namun demikian, ia akan tetap berada di posisi Dewan Samsung Electronics sampai Maret 2018 mendatang.

Ryan Lim, mitra pendiri perusahaan konsultan teknologi Singapura QED mengatakan bahwa Samsung kini berada dalam situasi krisis kepemimpinan.

"Ini perlu segera diselesaikan karena bisa mengkhawatirkan untuk tidak tahu siapa yang benar-benar mengarahkan raksasa Samsung ke masa depan," katanya.

Menanggapi kritik tersebut, juru bicara Samsung mengatakan bahwa penggantinya akan ditunjuk sesegera mungkin. [mel]

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

UPDATE

OASE III PTKIN 2026: UIN Sunan Kalijaga Raih Juara Umum

Sabtu, 07 November 2026 | 08:19

Wall Street Rebound, Nasdaq Masih Babak Belur

Sabtu, 07 November 2026 | 08:05

Luruskan Tudingan Rekayasa, Muhammad Munawar: Proses Etik Dasaad Dilakukan secara Kelembagaan

Sabtu, 07 November 2026 | 07:38

Siapa Stephen Miller, Orang Kepercayaan Trump yang Jadi Kepala Staf Gedung Putih?

Sabtu, 07 November 2026 | 07:28

Gejolak Politik AS dan Krisis Prancis Tekan Pasar Saham Eropa

Sabtu, 07 November 2026 | 07:10

Ahmad Doli Kurnia dan Masa Depan Golkar

Sabtu, 07 November 2026 | 06:50

Penyadapan Presiden Bukan Pengalihan Isu, Tapi Operasi Terorganisir

Sabtu, 07 November 2026 | 06:25

Palestina dan Percaturan Imperium Global

Sabtu, 07 November 2026 | 05:59

Penyadapan Prabowo Ancaman Serius terhadap Negara

Sabtu, 07 November 2026 | 05:41

Kasus Listyo Sigit Momentum Evaluasi Sistem Keamanan Nasional

Sabtu, 07 November 2026 | 05:18

Selengkapnya