Berita

Foto sebelum dan sesudah kebakaran/Google

Dunia

Angin Kencang Perburuk Kebakaran Di California

KAMIS, 12 OKTOBER 2017 | 16:57 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Bencana kebakaran yang terjadi di California utara semakin diperburuk dengan angin kencang yang terjadi di lokasi.

Kepala pemadam kebakaran di lokasi tersebut menyebut bahwa sejauh ini, kebakaran telah menyebabkan setidaknya 23 orang tewas dan ribuan orang kehilangan tempat tinggal.

Bukan hanya itu, 300 orang lainnya masih dinyatakan hilang.


Angin yang berhembus kencang membantu menyebarkan api dengan cepat dan tak terduga.

Pejabat setempat seperti dimuat The Guardian menyebut bahwa kebakaran tersebut termasuk yang paling mematikan dalam sejarah California dan telah mengirimkan asap ke San Francisco.

"Ini adalah peristiwa yang serius dan kritis, Kami tidak akan keluar dari hutan untuk beberapa hari yang akan datang," kata kepala pemadam kebakaran Ken Pimlott.

Ia juga memperingatkan bahwa jumlah korban tewas bisa meningkat lebih jauh.

Lebih dari 200 pemadam kebakaran dan awak dilarikan ke California dari bagian lain AS.

Pimlott mengatakan 73 helikopter, 30 tanker udara dan hampir 8.000 petugas pemadam kebakaran saat ini sedang memerangi api.

Kebakaran telah mengurangi seluruh lingkungan di kota Santa Rosa, sebuah kota dengan 175.000 orang dan menjadikannya abu.

Sementara itu, kota-kota yang dievakuasi meliputi Calistoga di Napa County, di mana semua penduduk yang berjumlah 5.000 orang diberitahu untuk pergi dan polisi menghentikan semua lalu lintas yang berusaha mendekati daerah tersebut. Demikian seperti dimuat BBC. [mel]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

Suhud Dorong RUU Ketenagakerjaan Perkuat Perlindungan Buruh dan Kepastian Usaha

Jumat, 11 September 2026 | 16:25

KPK Panggil 3 Tersangka Baru Kasus Suap Pemerasan Sertifikasi K3 Kemnaker

Jumat, 11 September 2026 | 16:19

Trump Sumpah Bareng Pendukung Republik, Ancam yang Tak Nyoblos Masuk Neraka

Jumat, 11 September 2026 | 16:13

Keluarga Dokter Icha Tuntut Tiga Anggota DPRD TTU Tersangka Intimidasi Dipecat

Jumat, 11 September 2026 | 15:58

DPR: Sebelum Batas Waktu, Tim SAR Maksimalkan Upaya Cari Lima Jurnalis di Selat Sunda

Jumat, 11 September 2026 | 15:46

Aljazair Mendadak Putus Hubungan Diplomatik dengan UEA

Jumat, 11 September 2026 | 15:44

Bahlil Tegaskan BUK Migas Belum Diputuskan

Jumat, 11 September 2026 | 15:00

Jejak Korupsi Rejang Lebong Merambah ke Bengkulu, Kini Giliran Ketua DPRD Herimanto Diperiksa

Jumat, 11 September 2026 | 14:54

Kemenhaj Rilis Peserta CAT PPIH 2027 Gelombang 2

Jumat, 11 September 2026 | 14:46

Kemenhut Bakal Tindaklanjuti Temuan Lima Bayi Orangutan di India

Jumat, 11 September 2026 | 14:35

Selengkapnya