Berita

Dunia

White Widow Tewas Dalam Serangan Udara AS

KAMIS, 12 OKTOBER 2017 | 15:24 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Wanita Inggris yang dikenal dengan julukan "white widow", Sally Jones diyakini telah tewas bersama dengan anak laki-lakinya yang berusia 12 tahun, Jojo dalam sebuah serangan udara AS di Suriah.

Jones merupakan warga Inggris yang bergabung dengan ISIS dan kemudian menjadi populer karena menjadi sosok propagandais reguler di media sosial.

Ia memiliki lebih dari 20 akun di Twitter untuk menyebarkan propaganda ISIS. Namun beum ada aktivitas di sosial medianya selama beberapa waktu terakhir.


Menurut laporan The Sun, CIA telah memberitahu rekan-rekannya di Inggris bahwa Jones tewas akibat terkena serangan dragon predator di dekat perbatasan Suriah-Irak pada Juni lalu.

Dimuat The Guardian, ia terakhir terlihat melarikan diri dari Raqqa dan menuju kota perbatasan Mayadin di perbatasan Suriah. Banyak anggota ISIS telah meninggalkan kota karena organisasi tersebut secara bertahap telah diperas.

Pentagon tidak dapat memastikan bahwa dia telah terbunuh. Mayor Adrian Rankine-Galloway, seorang juru bicara Pentagon, mengatakan, "Saya tidak memiliki informasi apapun yang akan mendukung laporan tersebut tapi itu bisa berubah dan kami melihat ke dalam ini," jelasnya.

Jones merupakan mantan musisi punk yang lahir di Greenwich, London namun kemudian pindah ke Chatham, Kent.

Setelah beralih ke Islam, dia melakukan perjalanan dari Inggris ke Suriah pada tahun 2013 untuk bergabung dengan suami dan rekan senegaranya Junaid Hussain, yang terbunuh dalam serangan pesawat tak berawak AS pada tahun 2015.

Setelah kematian Hussain, pers Inggris mulai menyebut dirinya sebagai janda kulit putih atau white widow. Dia bukan satu-satunya jihad yang diberi julukan ini, yang juga telah digunakan untuk Samantha Lewthwaite.

Baik Hussain dan Jones dituduh mencoba merekrut ekstremis di Inggris untuk melakukan serangan. Dia ditempatkan dalam daftar sanksi PBB yang menyertakan larangan bepergian dan membekukan aset. [mel]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

UPDATE

Bakom RI Gandeng Homeless Media Perluas Komunikasi Pemerintah

Kamis, 07 Mei 2026 | 14:17

Bakom Rangkul Homeless Media, Komisi I DPR: Layak Diapresiasi tetapi Tetap Harus Diawasi

Kamis, 07 Mei 2026 | 14:12

Israel Kucurkan Rp126 Triliun demi Pulihkan Citra Global yang Kian Terpuruk

Kamis, 07 Mei 2026 | 14:11

Teguh Santosa: Nuklir Jangan Dijadikan Alat Tawar Politik Global

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:55

AS-Iran di Ambang Kesepakatan Damai

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:34

LHKPN Prabowo dan Anggota Kabinet Merah Putih Masih Tahap Verifikasi

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:22

Apa Itu Homeless Media Dan Mengapa Populer Di Era Digital Saat Ini

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:13

Tangguh di Level 7.117, IHSG Menguat 0,36 Persen di Sesi I

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:13

China dan Iran Gelar Pertemuan Penting Bahas Situasi Timur Tengah

Kamis, 07 Mei 2026 | 12:46

Industri Film Bisa jadi Sumber Pertumbuhan Ekonomi Baru

Kamis, 07 Mei 2026 | 12:15

Selengkapnya