Berita

Salah satu fragmen pakaian yang diteliti/BBC

Global

Mengapa Ada Tulisan "Allah" dan "Ali" Di Pakaian Pemakaman Viking?

KAMIS, 12 OKTOBER 2017 | 13:26 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Sekelompok peneliti di Swedia menemukan karakter Arab yang ditenun menjadi kostum penguburan dari kuburan kapal Viking. Penemuan tersebut memicu pertanyaan soal pengaruh Islam di Skandinavia.

BBC pekan ini mengabarkan bahwa pakaian tersebut disimpan selama lebih dari 100 tahun. Namun penyelidikan terbaru terhadap pakaian yang ditemukan dari kuburan abad ke-9 dan ke-10 itu kembali menyita perhatian.

Para peneliti menemukan pola yang ditenun dengan benang sutra dan perak dan mengeja kata-kata dengan karakter Arab seperti "Allah: dan "Ali".


Salah satu peneliti yang terlibat adalah seorang arkeolog tekstil Annika Larsson dari Universitas Uppsala. Ia memeriksa kembali sisa-sisa kostum penguburan dari pria dan wanita dan kuburan kamar yang awalnya digali di Birka dan Gamla Uppsala di Swedia pada akhir abad 19 dan pertengahan abad ke-20.

Dia menjadi tertarik pada fragmen yang terlupakan setelah menyadari materi itu berasal dari Asia Tengah, Persia dan China.

Larsson mengatakan desain geometris mungil itu tidak seperti yang pernah dia temukan di Skandinavia sebelumnya. "Saya tidak bisa memahaminya dan kemudian saya ingat di mana saya pernah melihat desain serupa, di Spanyol, pada tekstil Moor," sebutnya.

Larsson kemudian menyadari bahwa dia tidak melihat pola Viking sama sekali dan hanya ada karakter Arab kuno. Ada dua kata yang terus berulang. Salah satunya yang dia identifikasi dengan bantuan seorang rekan Iran. Itu adalah nama "Ali" atau khalifah keempat Islam. Tapi kata di sebelah Ali lebih sulit untuk diuraikan.

Untuk membuka teka-teki itu, dia memperbesar huruf dan memeriksanya dari semua sudut, termasuk dari belakang.

"Saya tiba-tiba melihat bahwa kata 'Allah' telah ditulis dengan huruf cermin," katanya.

Larsson sejauh ini telah menemukan nama paling sedikit 10 dari hampir 100 buah yang dia tangani, dan mereka selalu muncul bersamaan. Temuan baru sekarang menimbulkan pertanyaan menarik tentang penghuni kuburan itu.

"Kemungkinan bahwa beberapa dari mereka yang berada di kuburan itu Muslim tidak dapat sepenuhnya dikesampingkan," katanya.

"Kami tahu dari penggalian kuburan Viking lainnya bahwa analisis DNA telah menunjukkan beberapa orang yang dikuburkan di dalamnya berasal dari tempat-tempat seperti Persia, di mana Islam sangat dominan. Namun, kemungkinan temuan ini menunjukkan bahwa kebiasaan pemakaman Viking dipengaruhi oleh gagasan Islam seperti kehidupan kekal di surga setelah kematian," sambungnya.

Menindaklanjuti temuan itu, ia dan timnya kini bekerjasama dengan departemen universitas untuk imunologi, genetika dan patologi untuk menentukan asal-usul geografis tubuh yang mengenakan pakaian pemakaman.

Larsson lebih lanjut menjelaskan bahwa kontak antara dunia Viking dan dunia Muslim telah lama ditemukan oleh catatan sejarah dan penemuan koin-koin Islam di belahan bumi utara. Dua tahun yang lalu, periset meneliti cincin perak dari makam wanita di Birka dan menemukan ungkapan "untuk Allah" yang tertulis di atas batu.

Lagi-lagi teks itu Kufic, dikembangkan di kota Kufah di Irak pada abad ke-7 - salah satu naskah Arab pertama yang digunakan untuk menuliskan Alquran.

Apa yang membuat penemuan Larsson begitu menarik adalah bahwa ini adalah pertama kalinya barang-barang bersejarah yang menyebutkan bahwa Ali pernah ditemukan di Skandinavia.

"Nama Ali diulangi lagi dan lagi disamping Allah," sambungnya.

"Saya tahu Ali sangat dihormati oleh kelompok minoritas Muslim terbesar, Syiah, dan bertanya-tanya apakah ada hubungannya," jelas Larsoon. [mel]

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

UPDATE

OASE III PTKIN 2026: UIN Sunan Kalijaga Raih Juara Umum

Sabtu, 07 November 2026 | 08:19

Wall Street Rebound, Nasdaq Masih Babak Belur

Sabtu, 07 November 2026 | 08:05

Luruskan Tudingan Rekayasa, Muhammad Munawar: Proses Etik Dasaad Dilakukan secara Kelembagaan

Sabtu, 07 November 2026 | 07:38

Siapa Stephen Miller, Orang Kepercayaan Trump yang Jadi Kepala Staf Gedung Putih?

Sabtu, 07 November 2026 | 07:28

Gejolak Politik AS dan Krisis Prancis Tekan Pasar Saham Eropa

Sabtu, 07 November 2026 | 07:10

Ahmad Doli Kurnia dan Masa Depan Golkar

Sabtu, 07 November 2026 | 06:50

Penyadapan Presiden Bukan Pengalihan Isu, Tapi Operasi Terorganisir

Sabtu, 07 November 2026 | 06:25

Palestina dan Percaturan Imperium Global

Sabtu, 07 November 2026 | 05:59

Penyadapan Prabowo Ancaman Serius terhadap Negara

Sabtu, 07 November 2026 | 05:41

Kasus Listyo Sigit Momentum Evaluasi Sistem Keamanan Nasional

Sabtu, 07 November 2026 | 05:18

Selengkapnya