Berita

Siti Aisyah/Net

Dunia

Video Keamanan Diputar Di Sidang Kasus Pembunuhan Kim Jong Nam

RABU, 11 OKTOBER 2017 | 15:12 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Sidang kasus pembunuhan saudara tiri pemimpin Korea Utara Kim Jong Un yakni Kim Jong Nam kembali digelar di Malaysia hari ini (Rabu, 11/10).

Dalam sidang hari ini, video keamanan yang menunjukkan penyerangan Kim Jong Nam di Bandara KLIA 2 Malaysia Februari lalu ditayangkan.

Dalam video tampak Kim Jong Nam tiba di aula keberangkatan dan pindah ke area check-in. Seorang tersangka asal Vietnam, Doan Thi Huong mendekati Kim di loket check-in dan menjepit kedua tangannya dari belakang sebelum melarikan diri.


Kemudian tersangka kedua, Siti Aisyah Indonesia, tidak dapat terlihat menyerang Kim, namun petugas polisi Wan Azirul Nizam Che Wan Aziz memberi kesaksian bahwa dia mengidentifikasi Siti Aisyah sebagai orang yang terlihat dalam video yang melarikan diri ke arah yang berbeda.

Wan Azirul mengatakan kepada pengadilan bahwa sikap Huong agresif dan tidak meminta maaf kepada Kim. Ia juga menjelaskan bahwa dua hari sebelumnya, Huong juga melakukan hal yang sama pada orang lain, namun kemudian meminta maaf. Hal itu diduga merupakan sesi latihan untuk mengolesi wajah Kim dengan agen saraf VX.

Usai melakukan aksinya terhadap  Kim, kedua wanita tersebut tampak tergesa-gesa menuju toilet yang berbeda dan menjaga kontak dengan tangan mereka. Wan Azirul bersaksi bahwa tangan mereka berada dalam posisi normal setelah mereka meninggalkan toilet.

Ia menjelaskan bahwa di lokasi kejadian, yakni lantai empat, terdapat toilet wanita. Namun kedua wanita tersebut justru pergi ke toilet di lantai satu.

Usai keluar toilet, kedua wanita tersebut kemudian menuju ke tempat taksi bandara.

Rekaman video menunjukkan Huong menunggu di tempat taksi. Sedangkan Aisyah lalu tiba dan naik taksi yang sepertinya menunggunya sementara Huong masih berada di jalur taksi.

Video itu adalah kombinasi rekaman yang diambil dari kamera di sekitar bandara. Kedua wanita itu tampak sendirian dan tidak ada indikasi bahwa mereka saling mengenal.

Jaksa berpendapat kedua wanita tersebut tahu bahwa mereka berurusan dengan racun dan seorang ahli senjata kimia yang memberi kesaksian sebelumnya mengatakan bahwa VX dapat dilepas dengan aman dengan mencuci tangan dengan hati-hati. Ahli, yang adalah seorang ahli kimia pemerintah, juga bersaksi bahwa dia mendeteksi jejak VX pada kliping kuku Huong dan pakaian wanita tersebut, dan bahwa jumlah VX yang terdeteksi pada wajah Kim melebihi dosis fatal.

Sementara itu, seperti dikabarkan Associated Press, pengacara kedua wanita tersebut mengatakan bahwa Huong dan Aisyah ditipu oleh agen Korea Utara yang diduga percaya bahwa mereka memainkan lelucon yang tidak berbahaya untuk sebuah acara TV. [mel]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Koperasi Harus Saling Berkolaborasi Perbesar Dampak Ekonomi

Jumat, 10 April 2026 | 22:20

Presiden Harus Ganti Gus Ipul Demi Sukses Muktamar NU

Jumat, 10 April 2026 | 22:14

Demonstran: MK Harus Jaga Marwah dan Jangan Takut Tekanan

Jumat, 10 April 2026 | 22:06

Pimpinan Baru Ombudsman RI Bertekad Kawal Asta Cita dan Perkuat Pengawasan Publik

Jumat, 10 April 2026 | 22:02

Teddy Bantah Isu RI Kaos, BBM Subsidi Tak Naik Jadi Bukti

Jumat, 10 April 2026 | 21:43

Breaking News: KPK OTT Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo

Jumat, 10 April 2026 | 21:38

Reshuffle Menteri Prabowo Jangan Tebang Pilih

Jumat, 10 April 2026 | 21:16

Dihantam Gelombang Mundur, PKN: Mati Satu Tumbuh Seribu

Jumat, 10 April 2026 | 21:02

Perlu Peraturan Pemerintah Baru Demi Lindungi 64 Juta UMKM di Era Digital

Jumat, 10 April 2026 | 20:48

TNI Digeber Lewat Bimtek Ketahanan Pangan

Jumat, 10 April 2026 | 20:44

Selengkapnya