Berita

Catalunya/Net

Dunia

Madrid: Tidak Ada Kemerdekaan Dan Mediasi Untuk Catalunya

RABU, 11 OKTOBER 2017 | 13:03 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Pemerintah Spanyol menolak pernyataan kemerdekaan yang diteken oleh pemimpin Catalunya Carles Puigdemont serta menolak seruan untuk mediasi.

"Tidak Puigdemont maupun orang lain yang dapat mengklaim (kemerdekaan Catalunya). Tidak juga untuk memaksakan mediasi," tegas Wakil Perdana Menteri Spanyol Soraya Saenz de Santamaria.

"Setelah sejauh ini dan membawa Catalunya ke tingkat ketegangan paling tinggi dalam sejarah, Puigdemont kini telah menyebabkan daerah otomnya mencapai tingkat ketidakpastian tertinggi," sambungnya seperti dikabarkan BBC.


Ia pun menyebut bahwa Puigdemont merupakan sosok yang tidak memahami arah serta konsekuensi dari tindakan Puigdemont.

"Ia (Puigdemont) adalah seseorang yang tidak tahu di mana ia berada, ke mana ia pergi atau dengan siapa ia ingin pergi ke sana," sambungnya.

Awal pekan ini, Puigdemont menandatangani sebuah deklarasi kemerdekaan Catalunya secara sepihak, meski pemerintah Madrid tegas menyebut bahwa referendum kemerdekaan Catalunya ilegal dan tidak sah.

Dalam pidatonya, Puigdemont mengatakan bahwa wilayah otonomi Catalunya telah memenangkan hak untuk merdeka pasca referendum 1 Oktober kemarin.

"Kami meminta negara-negara dan organisasi internasional untuk mengenali Republik Catalunya sebagai negara yang merdeka dan berdaulat," katanya,

Ia juga menyebut bahwa kehendak rakyat adalah melepaskan diri dari Madrid, namun ia juga mengatakan bahwa ia ingin mengurangi keteangan terkait hal tersebut.

"Saya mengusulkan untuk menunda efek deklarasi kemerdekaan untuk melakukan perundingan dalam beberapa minggu mendatang tanpa solusi yang disepakati," tambahnya di hadapatan anggota parlemen Catalunya. [mel]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

UPDATE

Bakom RI Gandeng Homeless Media Perluas Komunikasi Pemerintah

Kamis, 07 Mei 2026 | 14:17

Bakom Rangkul Homeless Media, Komisi I DPR: Layak Diapresiasi tetapi Tetap Harus Diawasi

Kamis, 07 Mei 2026 | 14:12

Israel Kucurkan Rp126 Triliun demi Pulihkan Citra Global yang Kian Terpuruk

Kamis, 07 Mei 2026 | 14:11

Teguh Santosa: Nuklir Jangan Dijadikan Alat Tawar Politik Global

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:55

AS-Iran di Ambang Kesepakatan Damai

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:34

LHKPN Prabowo dan Anggota Kabinet Merah Putih Masih Tahap Verifikasi

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:22

Apa Itu Homeless Media Dan Mengapa Populer Di Era Digital Saat Ini

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:13

Tangguh di Level 7.117, IHSG Menguat 0,36 Persen di Sesi I

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:13

China dan Iran Gelar Pertemuan Penting Bahas Situasi Timur Tengah

Kamis, 07 Mei 2026 | 12:46

Industri Film Bisa jadi Sumber Pertumbuhan Ekonomi Baru

Kamis, 07 Mei 2026 | 12:15

Selengkapnya