Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

AS Cabut Mayoritas Sanksi Ekonomi Untuk Sudan

SABTU, 07 OKTOBER 2017 | 16:08 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Amerika Serikat mencabut sebagian besar sanksi ekonomi dan perdagangan yang sebelumnya diberlakukan kepada Sudan dua dekade lalu.

Dikabarkan BBC, pencabutan sebagian besar sanksi tersebut dilakukan setelah Sudan dinilai membuat kemajuan dalam isu kontra-terorisme dan hak asasi manusia. Proses pengangkatan sanksi tersebut telah dimulai di bawah pemerintahan Obama.

Heather Nauert, juru bicara Departemen Luar Negeri AS, mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa keputusan tersebut menyusul upaya diplomatik 16 bulan yang terfokus untuk membuat kemajuan dengan Sudan.


Namun demikian Sudan akan tetap terdaftar sebagai negara sponsor teror dan Presiden Sudan Omar al-Bashir tetap dicari oleh Pengadilan Pidana Internasional karena tuduhan kejahatan perang.

Sanksi tersebut pertama kali diberlakukan di Khartoum pada 1997, saat ia membantu buronan termasuk Osama bin Laden.

Putaran sanksi lanjutan diberlakukan pada tahun 2006 sebagai tanggapan atas tindakan pasukan Sudan dalam konflik Darfur. [mel]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

UPDATE

Bakom RI Gandeng Homeless Media Perluas Komunikasi Pemerintah

Kamis, 07 Mei 2026 | 14:17

Bakom Rangkul Homeless Media, Komisi I DPR: Layak Diapresiasi tetapi Tetap Harus Diawasi

Kamis, 07 Mei 2026 | 14:12

Israel Kucurkan Rp126 Triliun demi Pulihkan Citra Global yang Kian Terpuruk

Kamis, 07 Mei 2026 | 14:11

Teguh Santosa: Nuklir Jangan Dijadikan Alat Tawar Politik Global

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:55

AS-Iran di Ambang Kesepakatan Damai

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:34

LHKPN Prabowo dan Anggota Kabinet Merah Putih Masih Tahap Verifikasi

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:22

Apa Itu Homeless Media Dan Mengapa Populer Di Era Digital Saat Ini

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:13

Tangguh di Level 7.117, IHSG Menguat 0,36 Persen di Sesi I

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:13

China dan Iran Gelar Pertemuan Penting Bahas Situasi Timur Tengah

Kamis, 07 Mei 2026 | 12:46

Industri Film Bisa jadi Sumber Pertumbuhan Ekonomi Baru

Kamis, 07 Mei 2026 | 12:15

Selengkapnya