Berita

Foto/Net

Kesehatan

Pertamina Terus Gaungkan Kampanye "Stop Narkoba"

SABTU, 07 OKTOBER 2017 | 08:25 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Sebagai bentuk dukungan pada program Pertamina Mendunia Tanpa Narkoba dan Peduli HIV AIDS, manajemen Pertamina yang diwakili oleh Direktur Pemasaran, Mohamad Iskandar, Direktur Perencanaan Investasi dan Manajemen Risiko Gigih Prakoso, Direktur Megaproyek Pengolahan dan Petrokimia Ardhy N. Mokobombang serta Direktur SDM Pertamina Dwi Wahyu Daryoto, menandatangani komitmen anti narkoba dan peduli HIV AIDS, di lantai M Kantor Pusat Pertamina, Jakarta, belum lama ini.

Acara yang diadakan oleh Fungsi Health & Medical Management Pertamina itu juga diisi dengan eduitainment bahaya narkoba bagi insan Pertamina dan anak perusahaan.

Dalam kesempatan tersebut, Direktur SDM Dwi Wahyu Daryoto menegaskan, narkoba serta bahaya HIV dan AIDS sudah menjadi darurat nasional sehingga Pertamina dengan gencarnya turut aktif mengampanyekan "Stop Narkoba". Salah satu wujud nyata yang telah dilakukan Pertamina adalah dengan melakukan tes urine seluruh karyawan hingga jajaran direksi secara serentak di lingkungan Kantor Pusat Pertamina yang dilakukan baru-baru ini.


"Kampanye stop narkoba terus kita gaungkan untuk melakukan perbaikan di Pertamina. Jangan sampai kita hanya fokus pada diri kita sendiri. Kita harus kampanyekan juga kepada orang-orang sekitar, khususnya keluarga kita. Karena sebagai orangtua jika salah satu anggota keluarga kita terkena narkoba pasti akan mengganggu produktivitas kerja kita," tambah Dwi Daryoto.

Sementara edukasi tentang perang melawan narkoba disampaikan oleh penyuluh yang juga staf ahli di Badan Narkotika Nasional (BNN) Brigjen Pol. Dr. Victor Pudjiadi sebagai peraih 16 Rekor Nasional MURI diantaranya sebagai 'Penyuluhan dengan Variasi Atraksi Terbanyak'. Dalam edukasi tersebut, Victor mengemasnya dalam suasana yang menarik dan menghibur karena dimeriahkan oleh penyanyi, sulap, pantonim, dan duta anti narkoba 2017. Harapannya, edukasi mudah dipahami serta menambah daya tarik dan keingintahuan lebih jauh untuk perang melawan narkoba dan bahaya HIV & AIDS.

"Narkoba bukan saja penjara dan hukuman mati tapi juga dosa menurut agama dan badan kita hancur. Kalau kita menggunakan narkoba, efeknya juga akan merugikan orang lain dan karyawan yang pengguna narkoba pun kinerjanya akan berkurang. Karena banyak efek sampingnya, seperti HIV dan AIDS. Jadi, mencegah lebih baik daripada mengobati," tegas Victor. [rus/***]

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

KPK Sita Aset Rp22 Miliar Milik Anwar Sadad, Mulai Rumah hingga SPBE

Rabu, 22 Juli 2026 | 20:42

UPDATE

Pencalonan Kaesang di Solo Raya Sinyal Perang Terbuka PSI vs PDIP

Senin, 27 Juli 2026 | 10:23

Araghchi Ancam Balas Serangan Ukraina ke Kapal Dagang Iran

Senin, 27 Juli 2026 | 10:23

Istana Tegaskan Mundurnya Perry Warjiyo Murni Keputusan Pribadi

Senin, 27 Juli 2026 | 10:13

Kejaksaan Harus Jawab Klaim Kriminalisasi Febrie dengan Bukti

Senin, 27 Juli 2026 | 10:04

KPK Dalami Aliran Dana yang Diduga Disiapkan Bupati Kuansing untuk Raja Juli

Senin, 27 Juli 2026 | 09:57

Penyaluran Bansos Lewat Kopdes Perlu SOP yang Ketat

Senin, 27 Juli 2026 | 09:51

IHSG Merah, Rupiah Ambruk ke Rp17.976 per Dolar AS Usai Gubernur BI Mundur

Senin, 27 Juli 2026 | 09:47

Kasatnarkoba Polres Tangsel Ditangkap Bareskrim

Senin, 27 Juli 2026 | 09:37

Pengamat: Sulit bagi Kaesang dan PSI Kuasai Solo Raya

Senin, 27 Juli 2026 | 09:34

Perjalanan Karier dan Rekam Jejak Perry Warjiyo di Kepemimpinan Bank Indonesia

Senin, 27 Juli 2026 | 09:25

Selengkapnya