Berita

Foto: Istimewa

Politik

Djan Faridz: Ada Menteri Jokowi Yang Tidak Pro Umat Islam

JUMAT, 06 OKTOBER 2017 | 20:08 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Ketua Umum DPP PPP versi Muktamar Jakarta, Djan Faridz mengungkapkan, ada sejumlah kebijakan para Menteri kabinet Presiden Jokowi yang tidak pro terhadap umat Islam. Hal itu tercermin dalam sejumlah kebijakan yang dibuat oleh pembantunya.

"Misalnya, pertama, ada menteri yang memperbolehkan membaca Al-Quran dengan menggunakan langgam Jawa. Kedua, umat Islam wajib menghormati orang yang tidak berpuasa di bulan puasa, ketiga umat Islam harus menghormati perbedaan agama2-agama yang tidak terdaftar dan diakui negara," kata Djan saat jadi pembicara dalam diskusi bertema "Peran Partai Islam Dalam Pembangunan Nasional" di VIP Lounge Perpustakaan Universitas Indonesia Jakarta, Jumat (6/10).

Selain itu, sambungnya, ada juga kebijakan lainnya, yakni soal kebijakan yang ingin menghapus kolom agama dalam Kartu Tanda Penduduk (KTP).


"Alhamdulilah dibatalkan Bapak Presiden," tambahnya.

Namun, kata Djan, dari sekian banyak para pembantu Jokowi yang tidak pro-Islam, yang paling parah ialah kebijakannya terhadap Menkumham Yasona Laoly. Yasona, kata Djan, telah membunuh hak partai politik umat Islam. Padahal 85 persen Masyarakat di Indonesia dihuni umat Islam.

Hal ini, jelas Djan, jauh lebih kejam dari pembunuhan umat Islam rohingnya.

Menurutnya, terlihat kasat mata bahwa Menkumham ingin melenyapkan Partai Islam di Indonesia serta berani melanggar UU dan sumpah jabatan dengan tidak memberikan SK kepada Muktamar Jakarta yang sudah memiliki keputusan MA504 dan Mahkamah Partai sesuai dengan UU Parpol.

Dengan kondisi demikian, Djan pun mengaku prihatin kepada Presiden Joko Widodo karena membuat seolah-olah kebijakan ini berasal dari Presiden Jokowi.

Padahal, tegas Djan, Jokowi merupakan sosok yang peduli dengan umat Islam.
 memiliki Menteri-menteri yang tidak pro kepada umat. Padahal, tegas Djan, Jokowi merupakan sosok yang peduli dengan umat Islam.

"Saya sangat mengenal Presiden Joko Widodo saya tahu beliau sejak beliau menjadi walikota di Solo, Gubernur Jakarta sampai beliau jadi Presiden. Saya tahu Presiden Jokowi sangat mencintai umat Islam, itu terbukti dengan program-program beliau yang berpihak ke umat Islam dan bersentuhan langsung dengan umat Islam," tandas Djan sebagaimana keterangan yang diterima redaksi. [mel]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

Suhud Dorong RUU Ketenagakerjaan Perkuat Perlindungan Buruh dan Kepastian Usaha

Jumat, 11 September 2026 | 16:25

KPK Panggil 3 Tersangka Baru Kasus Suap Pemerasan Sertifikasi K3 Kemnaker

Jumat, 11 September 2026 | 16:19

Trump Sumpah Bareng Pendukung Republik, Ancam yang Tak Nyoblos Masuk Neraka

Jumat, 11 September 2026 | 16:13

Keluarga Dokter Icha Tuntut Tiga Anggota DPRD TTU Tersangka Intimidasi Dipecat

Jumat, 11 September 2026 | 15:58

DPR: Sebelum Batas Waktu, Tim SAR Maksimalkan Upaya Cari Lima Jurnalis di Selat Sunda

Jumat, 11 September 2026 | 15:46

Aljazair Mendadak Putus Hubungan Diplomatik dengan UEA

Jumat, 11 September 2026 | 15:44

Bahlil Tegaskan BUK Migas Belum Diputuskan

Jumat, 11 September 2026 | 15:00

Jejak Korupsi Rejang Lebong Merambah ke Bengkulu, Kini Giliran Ketua DPRD Herimanto Diperiksa

Jumat, 11 September 2026 | 14:54

Kemenhaj Rilis Peserta CAT PPIH 2027 Gelombang 2

Jumat, 11 September 2026 | 14:46

Kemenhut Bakal Tindaklanjuti Temuan Lima Bayi Orangutan di India

Jumat, 11 September 2026 | 14:35

Selengkapnya