Berita

Ilustrasi/Net

Global

Perusahaan Periklanan Jepang Dijatuhi Denda Karena Lembur Berlebih

JUMAT, 06 OKTOBER 2017 | 18:18 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Perusahaan periklanan Jepang, Dentsu resmi dijatuhi denda oleh pengadilan Tokyo pada hari ini (Jumat, 6/10) karena terbukti mempekerjakan karyawannya untuk lembur.

Pengadilan Tokyo memerintahkan perusahaan tersebut untuk membayar denda hingga 500 ribu yen karena dinilai telah melanggar aturan hukum soal pekerja.

Budaya kerja Dentsu menjadi sorotan otoritas Jepang setelah seorang pekerja Dentsu bernama Matsuri Takahashi bunuh diri pada tahun 2015.


Ia diketahui memilih bunuh diri karena melakukan pekerjaan overtime, atau lembur. Sebelum bunuh diri, ia diketahui bekerja lembur selama 100 jam per bulan.

Kasus ini menjadi sorotan terutama terkait kerja lembut ilegal yang tidak dibayar.

Seorang profesor Sosiologi di Universitas Osaka Jepang, Scott North mengatakan bahwa kerja lembur merupakan masalah kronis di Jepang.

Namun ia menekankan bahwa menerapkan denda kepada Dentsu tidak akan berpengaruh banyak untuk melakukan pencegahan.

"Anda dapat melihat mengapa kematian sesekali mungkin dianggap hanya dengan biaya yang relatif kecil untuk melakukan bisnis, terutama bila dibandingkan dengan biaya tenaga kerja yang dapat diselamatkan dengan membiarkan orang bekerja tanpa upah lembur," jelasnya seperti dimuat BBC. [mel]

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

UPDATE

Fokusmaker Sentil Azis Narang: Jangan Jual SOKSI untuk Kepentingan Politik Pribadi

Sabtu, 07 November 2026 | 18:26

Airlangga Akui Kasus Penyadapan pada Presiden Ganggu Sentimen Investor

Sabtu, 07 November 2026 | 18:17

Bantah Terlibat Penyadapan Ilegal, Bahlil: Ini Ulah Abuleke

Sabtu, 07 November 2026 | 17:48

ARBI Bakal Gelar Aksi Akbar di Al-Azhar, Ini Lima Tuntutannya

Sabtu, 07 November 2026 | 17:40

HUT ke-73 KPU Dirayakan Sederhana, Refleksi Integritas Bareng Para Mantan

Sabtu, 07 November 2026 | 16:45

Ketum Peradi Profesional: Advokat Bukan Pelengkap Peradilan

Sabtu, 07 November 2026 | 16:08

Menimbang Perpres 107/2026 dan Dampaknya pada Kelancaran Pengadaan Energi

Sabtu, 07 November 2026 | 15:48

Tekanan Jual Mereda, Harga Bitcoin Menguat ke 75.928 Dolar AS

Sabtu, 07 November 2026 | 15:40

Film Rencana Besar untuk Mati dengan Tenang Tayang Jelang Imlek

Sabtu, 07 November 2026 | 15:18

Pangdam XXII/Tambun Bungai Pimpin Pemulangan Jenazah Sertu Anumerta Heri Prasetyo ke Kediri

Sabtu, 07 November 2026 | 15:14

Selengkapnya