Berita

Pengungsi Rohingya/The Guardian

Dunia

Bangladesh Siap Bangun Pengungsian Terbesar Bagi 800 Ribu Warga Rohingya

JUMAT, 06 OKTOBER 2017 | 16:11 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Pemerintah Bangladesh mengumumkan rencana bombastis untuk membangun salah satu kamp pengungsi terbesar di dunia untuk menampung sekitar 800 ribu warga Muslim Rohingya yang mencari perlindungan dari kekerasan di Myanmar.

Rencana pembangunan tempat penampungan atau shelter raksasa itu ditegaskan oleh Mofazzal Hossain Chowdhury Maya, Menteri Penanganan dan Penanggulangan Bencana Bangladesh pada Kamis (5/10). Ia menjelaskan bahwa shelter tersebut merupakan perluasan dari sebuah kamp pengungsi di Kutupalong dekat kota perbatasan Cox's Bazar.

Lahan seluas sekitar 790 hektar di samping kamp Kutupalong saat ini telah diisi oleh ribuan pengungsi Rohingya yang baru datang. Namun karena jumlah pengungsi semakin membludak, seiring kekerasan yang tidak juga berhenti di Rakhine Myanmar, maka pemerintah Bangladeh mempersiapkan lahan sekitar 400 hektar lainnya untuk pembangunan kamp baru tersebut.


Mofazzal lebih jauh menjelaskan bahwa semua pengungsi Rohingya pada akhirnya akan dipindahkan dari 23 kamp di sepanjang perbatasan dan kamp-kamp darurat lainnya di sekitar Cox's Bazar ke zona baru tersebut.

"Semua orang yang tinggal di tempat yang tersebar akan dibawa ke satu tempat. Itu sebabnya lebih banyak lahan dibutuhkan. Pelan-pelan semuanya akan datang," jelasnya seperti dimuat The Guardian. [mel]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

UPDATE

Bakom RI Gandeng Homeless Media Perluas Komunikasi Pemerintah

Kamis, 07 Mei 2026 | 14:17

Bakom Rangkul Homeless Media, Komisi I DPR: Layak Diapresiasi tetapi Tetap Harus Diawasi

Kamis, 07 Mei 2026 | 14:12

Israel Kucurkan Rp126 Triliun demi Pulihkan Citra Global yang Kian Terpuruk

Kamis, 07 Mei 2026 | 14:11

Teguh Santosa: Nuklir Jangan Dijadikan Alat Tawar Politik Global

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:55

AS-Iran di Ambang Kesepakatan Damai

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:34

LHKPN Prabowo dan Anggota Kabinet Merah Putih Masih Tahap Verifikasi

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:22

Apa Itu Homeless Media Dan Mengapa Populer Di Era Digital Saat Ini

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:13

Tangguh di Level 7.117, IHSG Menguat 0,36 Persen di Sesi I

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:13

China dan Iran Gelar Pertemuan Penting Bahas Situasi Timur Tengah

Kamis, 07 Mei 2026 | 12:46

Industri Film Bisa jadi Sumber Pertumbuhan Ekonomi Baru

Kamis, 07 Mei 2026 | 12:15

Selengkapnya