Berita

Marcel Koller/Net

Olahraga

Laga Pamungkas Koller

Austria vs Serbia
JUMAT, 06 OKTOBER 2017 | 10:06 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Duel melawan Serbia di kualifikasi Piala Dunia 2018 Grup D Zona Eropa bakal men­jadi laga terakhir sang pelatih Austria, Marcel Koller.

Nemanja Matic meminta re­kan setimnya tetap fokus saat berkunjung ke markas Austria, Ernst Happel, Sabtu (7/10)

Bulan lalu, federasi sepak bola Austria (OeFB) telah mengelu­arkan keputusan tidak memper­panjang kontrak Koller yang akan berakhir tahun ini.


OeFB menilai, prestasi yang diberikan pelatih berkebangsaan Swiss itu pada kualifikasi Piala Dunia 2018 dan sejumlah laga ujicoba sangat mengecewakan. Dari 18 pertandingan yang telah dilalui, David Alaba dkk hanya mampu menorehkan 4 kemenangan.

Saat ini, kans Das Team (julukan Timnas Austria) un­tuk bisa lolos ke putaran final Piala Dunia Rusia, hampir pasti tertutup. Saat ini timnas Austria berada di peringkat 4 klasemen Grup D dengan raihan 9 poin hasil dari dua kemenangan, 3 imbang, dan 3 kekalahan.

Untuk bisa lolos sebagai run­ner up, Austria wajib menyapu bersih dua sisa laga terakhir, menjamu Serbia dan tandang ke Moldova, dan berharap Wales serta Republik Irlandia gagal memetik kemenangan pada 2 laga terakhirnya. Ini bukan pekerjaan mudah.

"Kami berterima kasih atas kerja keras Marcel Koller se­lama ini. Pada akhirnya semua dilihat dari hasil," kata Presiden OeFB dalam rilis resmi federasi belum lama ini.

Koller menghormati keputu­san yang dikeluarkan federasi. Dalam sebuah sesi wawancara bersama awak media Austria, pelatih berusia 56 tahun ini tetap profesional dan fokus dengan sisa laga Timnas Austria, termasuk laga kandang terakh­irnya melawan tim yang dihuni gelandang Manchester United, Nemanja Matic itu.

"Saya masih dalam ikatan kontrak dengan Timnas Austria. Fokus saya mempersiapkan tim untuk laga terakhir kuali­fikasi Piala Dunia 2018," ucap Koller.

Sementara itu gelandang Serbia. Nemanja Matic men­egaskan, timnya tidak boleh menganggap remeh Austria.

"Austria merupakan tim yang sangat bagus dengan hanya mempertaruhkan harga diri saat melawan kami. Tidak seorang pun di Eropa pergi ke Austria berpikir bahwa mereka adalah favorit," kata Matic.

Serbia, yang memuncaki klasemen grup dengan 18 poin dari delapan pertandingan, me­merlukan satu kemenangan dari dua pertandingan tersisa untuk lolos. Serbia akan melawan Austria di Ernst Happel pada (7/9) dan tiga hari berselang kontra Georgia.

Tim peringkat kedua Wales (14 poin) dan tim peringkat ketiga Irlandia (13) kelihatan­nya akan memperebutkan po­sisi runner up dan tiket play-off, sedangkan Austria (sembilan poin) sudah dipastikan tidak lolos. "Saya lebih suka mereka masih berpeluang lolos sehingga memiliki tekanan seperti kami saat ini," kata dia.

Matic menegaskan, para penggemar Serbia, para pekerja asing di Austria dan mereka yang bersiap melakukan perjalanan ke utara, dapat membuat perbedaan di laga itu.

"Kami tahu ribuan dari fans akan memadati stadion dan dukungan mereka dapat men­gubah permainan untuk men­jadi menguntungkan kami," kata gelandang Manchester United itu. ***

Populer

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Terkejut Mantan Ajudan Jadi Tersangka KPK, Alexander Marwata Kenang Kinerja Dias

Kamis, 30 Juli 2026 | 11:52

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Kasus OTT Pemalang: Anggota Polri yang Bertugas di KPK Jadi Tersangka

Kamis, 30 Juli 2026 | 10:29

Wewenang Ditjen Bea Cukai Sudah Melampaui Namanya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 02:12

UPDATE

Perbedaan Perlakuan Tersangka Jadi Ujian Kesetaraan Hukum

Minggu, 09 Agustus 2026 | 08:23

KDKMP Kembalikan Kendali Ekonomi ke Warga Desa

Minggu, 09 Agustus 2026 | 08:19

Jangan Terjebak Angka, Pertumbuhan Ekonomi Harus Berdampak ke Masyarakat

Minggu, 09 Agustus 2026 | 07:24

Gus Salam: Caketum PBNU Harus Bersaing Secara Sehat

Minggu, 09 Agustus 2026 | 07:21

Kuasa Hukum Yaqut Tegaskan Kebijakan Kuota Haji Harus Dinilai Utuh

Minggu, 09 Agustus 2026 | 07:14

Konsolidasi Rakyat untuk Pemerintahan Bersih

Minggu, 09 Agustus 2026 | 06:48

Petani Diminta Jangan Tertipu Konten Pupuk Viral di Medsos

Minggu, 09 Agustus 2026 | 06:23

Menteri Luar Negeri Layak Diganti karena Dicap Tidak Profesional

Minggu, 09 Agustus 2026 | 05:54

InfraNexia jadi Pilar Utama Bisnis Telkom untuk Wholesale Connectivity

Minggu, 09 Agustus 2026 | 05:27

BGN Libatkan Peran Guru Perkuat Pengawasan MBG

Minggu, 09 Agustus 2026 | 04:48

Selengkapnya