Berita

Pelaku/Net

Dunia

Pakar Kimia: Zat VX Ada Di Pakaian Dua Wanita Pembunuh Kim Jong Nam

KAMIS, 05 OKTOBER 2017 | 18:41 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Jejak agen saraf VX ditemukan pada pakaian kedua wanita yang diadili karena membunuh Kim Jong Nam di Bandara Kuala Lumpur beberapa bulan lalu.

Fakta tersebut diungkapkan oleh pakar senjata kimia terkemuka Malaysia yang bersaksi di pengadilan pada hari Kamis (5/5). Ia adalah Dr Raja Subramaniam yang merupakan kepala laboratorium di Pusat Analisis Agen Senjata Kimia di Departemen Kimia Malaysia. Channel News Asia mengabarkan bahwa ia adalah satu-satunya orang Malaysia yang memegang PHD dalam analisis senjata kimia,

Ia menjelaskan bahwa produk degradasi VX juga ditemukan di kuku salah satu pelaku, yakni Doan Thi Huong asal Vietnam.


Dalam sidang tersebut, penuntut meminta Dr Subramaniam menjelaskan tentang betapa mudahnya melakukan dekontaminasi dari VX, sebuah zat yang disebut-sebut bisa membunuh bahkan dengan satu tetes dalam keadaan paling murni.

"Kita harus mencuci dengan air mengalir ditambah penggosokan fisik untuk jangka waktu tertentu sebelum mendapat bantuan medis," katanya.

"Jika dilakukan dalam waktu 15 menit itu bisa menimbulkan efek, atau efek tertunda," sambungnya.

Pemeriksaan silang juga mengungkapkan petunjuk tentang bagaimana VX yang diklasifikasikan sebagai pemusnah massal senjata bisa berhasil masuk ke Malaysia. Dr Subramaniam mengatakan zat tersebut tidak berbau dan tidak terdeteksi kecuali ada mesin khusus. Mesin tersebut tidak dimiliki KLIA2.

Kerena itulah ia sepakat dengan saran jaksa penuntut yang menyebut bahwa zat tersebut bahkan bisa dibawa tanpa terdeteksi di botol air mineral.

Ketika ditanya oleh penuntut apakah bisa dibawa dari Korea Utara ke Malaysia tanpa terdeteksi, Dr Subramaniam berkata: "Ya".

Dalam sidang tersebut, Huong dan dan Siti Aisyah dari Indonesia dituduh mengolesi wajah Kim Jong Nam, saudara tiri pemimpin Korea Utara yang terasing, dengan VX menggunakan tangan kosong mereka di Kuala Lumpur International Airport 2 (KLIA2) pada tanggal 13 Februari lalu. [mel]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

UPDATE

Bakom RI Gandeng Homeless Media Perluas Komunikasi Pemerintah

Kamis, 07 Mei 2026 | 14:17

Bakom Rangkul Homeless Media, Komisi I DPR: Layak Diapresiasi tetapi Tetap Harus Diawasi

Kamis, 07 Mei 2026 | 14:12

Israel Kucurkan Rp126 Triliun demi Pulihkan Citra Global yang Kian Terpuruk

Kamis, 07 Mei 2026 | 14:11

Teguh Santosa: Nuklir Jangan Dijadikan Alat Tawar Politik Global

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:55

AS-Iran di Ambang Kesepakatan Damai

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:34

LHKPN Prabowo dan Anggota Kabinet Merah Putih Masih Tahap Verifikasi

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:22

Apa Itu Homeless Media Dan Mengapa Populer Di Era Digital Saat Ini

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:13

Tangguh di Level 7.117, IHSG Menguat 0,36 Persen di Sesi I

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:13

China dan Iran Gelar Pertemuan Penting Bahas Situasi Timur Tengah

Kamis, 07 Mei 2026 | 12:46

Industri Film Bisa jadi Sumber Pertumbuhan Ekonomi Baru

Kamis, 07 Mei 2026 | 12:15

Selengkapnya