Berita

Pertemuan di Mbeya/KBRI Dar es Salaam

Global

Dorong Kerjasama Ekonomi, Dubes Pardede Temui Gubernur Mbeya

KAMIS, 05 OKTOBER 2017 | 13:35 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Duta Besar RI untuk Tanzania, Prof. Dr. Ratlan Pardede melakukan program pemetaan potensi ekonomi daerah Tanzania hingga ke Provinsi Mbeya pada tanggal 2 hingga 5 Oktober ini.

Provinsi Mbeya sendiri merupakan wilayah penumbang PDB terbesar di Tanzania. Kunjungannya ke Provinsi itu adalah untuk melakukan observasi serta inventarisasi produk potensial Mbeya untuk dijalin kerjasama dengan Indonesia.

"Saya ingin meningkatkan volume perdagangan Indonesia-Tanzania dengan menjalin kerjasama ekonomi dengan berbagai daerah potensial seperti Mbeya," kata Dubes Pardede.


Kunjungannya tersebut disambut hangat oleh Gubernur Mbeya, Armos Makalla beserta jajaran tinggi Pemerintah Provinsi Mbeya. Ia menjelaskan bahwa Mbeya baru saja menggelar forum investasi. Karena itulah ia meminta Dubes Pardede untuk mengundang komunitas bisnis Indonesia ke Mbeya.

Provinsi Mbeya sendiri memiliki keunggulan dalam produksi pertanian, seperti padi, kentang, pisang, tomat, alpukat, gandum, tembakau, bunga matahari, nanas, kopi, teh, bawang, kakao, singkong dan kacang-kacangan. Selain itu provinsi ini juga memiliki potensi tambang seperti batubara dan emas.

Dari pertemuan tersebut, mengemuka peluang kerjasama sektor pertanian bagi Indonesia diantaranya untuk memasok  bibit, mesin pertaniaan dan pengolahan produk pertanian, agar komoditas pertanian di Mbeya memiliki nilai tambah.

Perwakilan Kemlu Tanzania yang turut hadir dalam kunjungan, Emmanuel Luangisa, menambahkan bahwa Indonesia menempati posisi penting dalam hubungan kerjasama luar negeri Tanzania.

"Indonesia merupakan markas dan mesin penggerak ASEAN sehingga dapat menjadi hub bagi masuknya produk Tanzania di wilayah Asia Tenggara, dan sebaliknya, Tanzania sebagai hub produk Indonesia di Afrika Timur," jelasnya seperti keterangan yang diterima redaksi.

Di akhir pertemuan, Gubernur Makalla mengundang Indonesia untuk membuka kerjasama sister city antara Indonesia dengan wilayah manapun di Mbeya. [mel]

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

UPDATE

Fokusmaker Sentil Azis Narang: Jangan Jual SOKSI untuk Kepentingan Politik Pribadi

Sabtu, 07 November 2026 | 18:26

Airlangga Akui Kasus Penyadapan pada Presiden Ganggu Sentimen Investor

Sabtu, 07 November 2026 | 18:17

Bantah Terlibat Penyadapan Ilegal, Bahlil: Ini Ulah Abuleke

Sabtu, 07 November 2026 | 17:48

ARBI Bakal Gelar Aksi Akbar di Al-Azhar, Ini Lima Tuntutannya

Sabtu, 07 November 2026 | 17:40

HUT ke-73 KPU Dirayakan Sederhana, Refleksi Integritas Bareng Para Mantan

Sabtu, 07 November 2026 | 16:45

Ketum Peradi Profesional: Advokat Bukan Pelengkap Peradilan

Sabtu, 07 November 2026 | 16:08

Menimbang Perpres 107/2026 dan Dampaknya pada Kelancaran Pengadaan Energi

Sabtu, 07 November 2026 | 15:48

Tekanan Jual Mereda, Harga Bitcoin Menguat ke 75.928 Dolar AS

Sabtu, 07 November 2026 | 15:40

Film Rencana Besar untuk Mati dengan Tenang Tayang Jelang Imlek

Sabtu, 07 November 2026 | 15:18

Pangdam XXII/Tambun Bungai Pimpin Pemulangan Jenazah Sertu Anumerta Heri Prasetyo ke Kediri

Sabtu, 07 November 2026 | 15:14

Selengkapnya