Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Bantu Pengungsi Rohingya, Bangladesh Butuh 400 Juta Dolar AS

RABU, 04 OKTOBER 2017 | 17:22 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Organisasi kemanusian yang membantu pengungsi Muslim Rohingya di Bangladesh mengatakan bahwa pihaknya membutuhkan dana sekitar 434 juta dolar AS selama enam bulan ke depan.

Dana tersebut dibutuhkan untuk membantu sekitar 1,2 juta orang di mana sebagian besar di antaranya adalah anak-anak.

Saat ini diperkirkan ada 809 ribu pengungsi Rohingya yang mengungsi di Bangladesh setelah melarikan diri dari Myanmar.


Gelombang besar pengungsi yang datang baru-baru ini, sekitar setengah juta orang, bergabung dengan sekitar 300 ribu pengungsi lainnya yang telah tiba di Bangladesh Januari lalu. Jumlah tersebut akan terus meningkat seiring belum redanya konflik di Myanmar.

"Pengungsi Rohingya banyak yang mengalami trauma parah dan sekarang hidup dalam kondisi yang sangat sulit," kata Robert Watkins, koordinator penduduk Perserikatan Bangsa-Bangsa di Bangladesh seperti dimuat The Guardian.

Bangladesh dan organisasi kemanusiaan berjuang untuk membantu ratusan ribu warga Rohingya yang telah tiba sejak 25 Agustus, ketika serangan militan Rohingya memicu serangan militer Myanmar yang oleh PBB digambarkan sebagai pembersihan etnis.

Myanmar menolak tuduhan pembersihan etnis dan berdalih bahwa pasukan keamanannya hanya memerangi gerilyawan dari Rohingya. [mel]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

UPDATE

Bakom RI Gandeng Homeless Media Perluas Komunikasi Pemerintah

Kamis, 07 Mei 2026 | 14:17

Bakom Rangkul Homeless Media, Komisi I DPR: Layak Diapresiasi tetapi Tetap Harus Diawasi

Kamis, 07 Mei 2026 | 14:12

Israel Kucurkan Rp126 Triliun demi Pulihkan Citra Global yang Kian Terpuruk

Kamis, 07 Mei 2026 | 14:11

Teguh Santosa: Nuklir Jangan Dijadikan Alat Tawar Politik Global

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:55

AS-Iran di Ambang Kesepakatan Damai

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:34

LHKPN Prabowo dan Anggota Kabinet Merah Putih Masih Tahap Verifikasi

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:22

Apa Itu Homeless Media Dan Mengapa Populer Di Era Digital Saat Ini

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:13

Tangguh di Level 7.117, IHSG Menguat 0,36 Persen di Sesi I

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:13

China dan Iran Gelar Pertemuan Penting Bahas Situasi Timur Tengah

Kamis, 07 Mei 2026 | 12:46

Industri Film Bisa jadi Sumber Pertumbuhan Ekonomi Baru

Kamis, 07 Mei 2026 | 12:15

Selengkapnya