Berita

Aung San Suu Kyi/Net

Global

Dewan Kota Oxford Segara Cabut Penghargaan Ini Dari Aung San Suu Kyi

RABU, 04 OKTOBER 2017 | 15:52 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Pemimpin de facto Myanmar, Aung San Suu Kyi akan dilucuti dari Freedom of the City, Oxford di mana ia mengenyam pendidikan sarjana.

Freedom of the City sendiri adalah sebuah kehormatan yang diberikan oleh pemerintah kota kepada anggota masyarakat yang terhormat, atau pada selebriti atau pejabat yang berkunjung.

Dewan kota Oxford memilih dengan suara bulat untuk mendukung sebuah gerakan lintas partai yang satu suara untuk tidak lagi memberikan penghargaan pada Myanmar. Dewan tersebut akan mengadakan pertemuan khusus untuk mengkonfirmasi penghormatan tersebut pada 27 November.


Pemimpin dewan, Bob Price, mendukung mosi tersebut yang merupakan bentuk tanggapannya atas krisis Rohingya.

Dalam beberapa bulan terakhir, Aung San Suu Kyi menuai kritik atas pembelaannya terhadap perlakuan Myanmar terhadap minoritas Rohingya, yang digambarkan oleh PBB sebagai contoh buku teks tentang pembersihan etnis.

Dewan Oxford diketahui menganugerahkan Freedom of the City padanya pada tahun 1997, saat dia ditahan sebagai tahanan politik oleh junta militer Myanmar.

Keputusan untuk menghapus penghargaan tersebut muncul setelah perguruan tinggi Oxford di mana Aung San Suu Kyi belajar baru-baru ini memindahkan potretnya dari dinding masuk.Badan pengelola perguruan tinggi St Hugh memutuskan untuk menghapus lukisan pemenang Nobel dari pintu masuk utamanya.

Sejumlah institusi Inggris mengatakan bahwa mereka sedang meninjau atau menghapus penghormatan yang diberikan pada Aung San Suu Kyi selama kampanyenya untuk demokrasi.

Serentak, serikat pekerja terbesar kedua di Inggris, mengumumkan bulan lalu bahwa mereka akan menangguhkan keanggotaan kehormatan Aung San Suu Kyi dan mendesaknya untuk berbuat lebih banyak untuk menangani masalah Rohingya. Demikian seperti dimuat The Guardian. [mel]

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

UPDATE

Fokusmaker Sentil Azis Narang: Jangan Jual SOKSI untuk Kepentingan Politik Pribadi

Sabtu, 07 November 2026 | 18:26

Airlangga Akui Kasus Penyadapan pada Presiden Ganggu Sentimen Investor

Sabtu, 07 November 2026 | 18:17

Bantah Terlibat Penyadapan Ilegal, Bahlil: Ini Ulah Abuleke

Sabtu, 07 November 2026 | 17:48

ARBI Bakal Gelar Aksi Akbar di Al-Azhar, Ini Lima Tuntutannya

Sabtu, 07 November 2026 | 17:40

HUT ke-73 KPU Dirayakan Sederhana, Refleksi Integritas Bareng Para Mantan

Sabtu, 07 November 2026 | 16:45

Ketum Peradi Profesional: Advokat Bukan Pelengkap Peradilan

Sabtu, 07 November 2026 | 16:08

Menimbang Perpres 107/2026 dan Dampaknya pada Kelancaran Pengadaan Energi

Sabtu, 07 November 2026 | 15:48

Tekanan Jual Mereda, Harga Bitcoin Menguat ke 75.928 Dolar AS

Sabtu, 07 November 2026 | 15:40

Film Rencana Besar untuk Mati dengan Tenang Tayang Jelang Imlek

Sabtu, 07 November 2026 | 15:18

Pangdam XXII/Tambun Bungai Pimpin Pemulangan Jenazah Sertu Anumerta Heri Prasetyo ke Kediri

Sabtu, 07 November 2026 | 15:14

Selengkapnya