Berita

Global

Kunjungi Puerto Riko, Trump Bandingkan Badai Maria Dengan Katrina

RABU, 04 OKTOBER 2017 | 13:31 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Presiden Amerika Serikat Donald Trump membandingkan bencana badai Maria yang menghantam Puerto Riko dengan badai Katrina.

Kepada pejabat Puerto Riko ia mengatakan bahwa setidaknya mereka tidak kehilangan ribuan nyawa seperti yang terjadi dalam bencana Katrina.

"Saya pernah ke Puerto Riko berkali-kali dan cuacanya tidak ada duanya, tapi terkadang Anda terkena pukulan," kata Trump kepada pejabat di sebuah pangkalan Garda Udara Nasional.


"Setiap kematian adalah horor," kata Trump seperti dimuat BBC.

"Tapi jika Anda melihat bencana yang nyata seperti Katrina, dan Anda melihat ratusan dan ratusan orang yang meninggal, dan Anda melihat apa yang terjadi di sini, dengan benar-benar badai yang benar-benar menyengat, tidak ada yang pernah melihat kejadian seperti ini," sambungnya.

Kunjungan lima jam kepresidenan ke ibu kota Puerto Riko San Juan terjadi dua minggu setelah badai tersebut menghancurkan pulau tersebut.

Dalam pidatonya yang tampaknya dadakan, ia bertanya soal berapa banyak warga Puerto Riko yang tewas akibat badai tersebut.

"Berapa jumlah kematian Anda saat ini? Tujuh belas? Enam belas orang", 16 orang berbanding dalam ribuan," katanya, mengacu pada badai 2005 yang menewaskan 1.833 orang di New Orleans.

Jumlah yang terbunuh oleh Maria kemudian meningkat menjadi 34, dengan 19 orang tewas langsung oleh topan tersebut, menurut juru bicara Gubernur Ricardo Rosello.

Maria, badai terbesar yang melanda pulau ini dalam 90 tahun telah menyebabkan lebih dari separuh penduduk pulau itu tanpa air minum, menghancurkan jalan dan infrastruktur dan menggulingkan jaringan listrik.

Setelah kunjungan tersebut, Gedung Putih mengumumkan bahwa mereka sedang mempersiapkan diri untuk mengirimkan permintaan bantuan bencana senilai 29 miliar dolar AS kepada Kongres.

Dari jumlah itu, 13 miliar dolar AS akan digunakan untuk korban badai di Puerto Riko, Florida dan Texas, sementara yang lain 16 miliar dolar AS lainnya adalah untuk program asuransi banjir yang didukung pemerintah. [mel]

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

UPDATE

Fokusmaker Sentil Azis Narang: Jangan Jual SOKSI untuk Kepentingan Politik Pribadi

Sabtu, 07 November 2026 | 18:26

Airlangga Akui Kasus Penyadapan pada Presiden Ganggu Sentimen Investor

Sabtu, 07 November 2026 | 18:17

Bantah Terlibat Penyadapan Ilegal, Bahlil: Ini Ulah Abuleke

Sabtu, 07 November 2026 | 17:48

ARBI Bakal Gelar Aksi Akbar di Al-Azhar, Ini Lima Tuntutannya

Sabtu, 07 November 2026 | 17:40

HUT ke-73 KPU Dirayakan Sederhana, Refleksi Integritas Bareng Para Mantan

Sabtu, 07 November 2026 | 16:45

Ketum Peradi Profesional: Advokat Bukan Pelengkap Peradilan

Sabtu, 07 November 2026 | 16:08

Menimbang Perpres 107/2026 dan Dampaknya pada Kelancaran Pengadaan Energi

Sabtu, 07 November 2026 | 15:48

Tekanan Jual Mereda, Harga Bitcoin Menguat ke 75.928 Dolar AS

Sabtu, 07 November 2026 | 15:40

Film Rencana Besar untuk Mati dengan Tenang Tayang Jelang Imlek

Sabtu, 07 November 2026 | 15:18

Pangdam XXII/Tambun Bungai Pimpin Pemulangan Jenazah Sertu Anumerta Heri Prasetyo ke Kediri

Sabtu, 07 November 2026 | 15:14

Selengkapnya