Berita

Dunia

Serangan Di Basis Militer Kashmir, Tiga Orang Tewas

SELASA, 03 OKTOBER 2017 | 18:27 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Sedikitnya dua orang yang diduga merupakan anggota kelompok pemberontak serta seorang tentara terbunuh di wilayah yang dikuasai India di Kashmir awal pekan ini setelah pemberontak menyerang basis militer.

Serangan terjadi di hari ini (Selasa, 3/10) dini hari ketika tiga pejuang menyerbu kamp Border Security Force (BSF) di luar bandara regional Humhama.

Penerbangan ke dan dari Bandara Internasional Srinagar awalnya ditangguhkan setelah serangan tersebut, namun segera dilanjutkan.


"Penerbangan terus berlanjut dan satu penerbangan baru saja mendarat di bandara dari Delhi," kata Khan.

Penduduk setempat yang berada di dekat bandara mengatakan bahwa mereka telah terbangun karena suara tembakan yang berat.

"Awalnya, kami pikir ini adalah airdrop biasa yang terjadi di sekitar kamp tentara di sini," Qazi Anjum, yang tinggal 100 meter dari bandara, mengatakan kepada Al Jazeera.

"Tapi itu terus berlanjut untuk waktu yang lama, setelah itu kami panik dan mengetahui bahwa ini adalah serangan," sambungnya.

Kelompok pemberontak kerap terlibat bentrok dengan tentara penjaga di wilayah tersebut selama beberapa dekade sebagai bentuk tuntutan untuk merdeka atau bergabung dengan Pakistan. [mel]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya