Berita

Che Guevara (kiri) dan Fidel Castro (Kanan)/Net

Dunia

Pemerintah Dan Veteran Bolivia Berselisih Soal Penghormatan Che Guevara

SELASA, 03 OKTOBER 2017 | 16:18 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Pemerintah Bolivia dan veteran tentara terlibat perselisihan selama ulang tahun ke-50 kematian revolusioner Kuba, Ernesto "Che" Guevara.

Pemerintah Bolivia merencanakan serangkaian peringatan minggu depan di hadapan tamu asing. Namun demikian, seorang juru bicara untuk veteran tentara yang melawan pasukan Che mengatakan bahwa mereka tidak akan ambil bagian dalam upacara resmi tersebut.

Mereka mengatakan bahwa mereka ingin memberi penghormatan kepada orang-orang Bolivia yang telah meninggal dunia. Sementara itu pejabat pemerintah mengatakan mereka mengharapkan para veteran menghadiri peresmian tersebut.


"Kami tidak akan menghadiri peresmian karena kami pikir ini agak bersifat politis. Bagaimana kita bisa memberi penghormatan kepada mereka (gerilyawan Kuba)?" kata Mario Moreira, yang mewakili veteran seperti dimuat BBC.

"Negara Bolivia, yang mewakili rakyat, memiliki kewajiban untuk memberi penghormatan kepada kita, kita membela bangsa dan 59 tentara menyerahkan hidup mereka," sambungnya.

Namun, Moreira mengatakan bahwa tidak mungkin memberikan penghormatan kepada orang asing yang telah menyebabkan rasa sakit dan kesedihan pada keluarga Bolivia.

"Jika Che menang, negara kita akan berbeda. Berkat kami, kami secara hukum merupakan pemerintah," sambungnya.

Sebagai informasi, Che Guevara, salah satu ideolog Kuba yang paling penting, ditangkap pada tanggal 8 Oktober 1967 dan ditembak mati keesokan harinya oleh pasukan pemerintah Bolivia.

Para veteran menolak saran Menteri Pertahanan Reymi Ferreira yang mengatakan bahwa peringatan tersebut merupakan cara "penyembuhan luka" antara Bolivia dan Kuba.

Dia telah meninggalkan Kuba untuk mendirikan kelompok gerilya di tempat lain di Amerika Latin.

Pasukan Bolivia bertempur sengit melawan pasukan kecil Che dari 47 pria antara tahun 1966 dan 1967 yang berakhir saat Che ditangkap dan dibunuh.

Bolivia adalah sekutu politik Kuba dan pemerintah sayap kiri Presiden Evo Morales dan pulau Karibia memiliki hubungan politik dan diplomatik yang ketat. [mel]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya