Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Seorang Pria Baca Alkitab Di Kereta, Penumpang Panik

SELASA, 03 OKTOBER 2017 | 15:55 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Sejumlah penumpang memaksa membuka pintu kereta yang tengah berjalan di jam sibuk di luar stasiun Wimbledon di London awal pekan ini.

Aksi tersebut terjadi setelah terjadi kepanikan di dalam kereta yang disebabkan oleh seorang pria yang mulai membaca Alkitab dengan suara lantang.

Seorang penumpang mengatakan bahwa para penumpang di dalam mulai ketakutan setelah pria tersebut mengatakan dengab lantang bahwa "kematian bukanlah akhir".


Saksi mata di dalam kereta api mengatakan bahwa pembacaan Alkitab orang tersebut menyebabkan keributan dan ketakutan. Namun seseorang sempat meminta pria tersebut untuk berhenti berbicara karena dia menakut-nakuti orang. Pria tersebut kemudian berhenti berbicara dan berdiri dengan kepala tertunduk.

Menurut polisi, akhirnya pasokan energi di jalur kereta api tersebut dihentikan karena penumpang berupaya melakukan evakuasi sendiri.

Kereta di rute terganggu selama hampir 12 jam, namun kemudian bisa kembali berjalan normal.

Kereta api telah melakukan perjalanan antara Shepperton dan London Waterloo. Polisi Transportasi Inggris (BTP) mengatakan tidak ada penangkapan yang dilakukan.

Juru bicara Jaringan Kereta Api mengatakan tidak ada penumpang atau staf kereta api terluka namun penundaan yang signifikan cukup mengganggu penumpang. Demikian seperti dimuat BBC. [mel]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya