Berita

MH320/Net

Dunia

Peneliti Australia: Nasib MH370 Masih Misterius

SELASA, 03 OKTOBER 2017 | 15:27 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Nasib pesawat nahas Malaysia Airlines bernomor penerbangan MH370 belum juga bisa ditemukan.

Begitu laporan dari peneliti Australia. Mereka sangat menyesali bahwa pesawat tersebut tidak bisa ditemukan.

"Hal ini hampir tak terbayangkan dan tentu saja tidak dapat diterima secara sosial di era penerbangan modern dengan 10 juta penumpang naik pesawat komersial setiap hari, karena sebuah pesawat komersial besar hilang dan bagi dunia untuk tidak mengetahui dengan pasti apa yang terjadi pada pesawat terbang dan pesawat yang berada di kapal tersebut," begitu kata Biro Keselamatan Transportasi Australia dalam sebuah pernyataan (Selasa, 3/10).


"Terlepas dari upaya luar biasa dari ratusan orang yang terlibat dalam pencarian dari seluruh dunia, pesawat belum ditemukan," tambah laporan tersebut.

Laporan terakhir mereka mengulangi perkiraan dari bulan Desember dan April bahwa pesawat Boeing 777 kemungkinan terletak 25.000 km persegi ke utara zona pencarian sebelumnya di Samudra Hindia bagian selatan.

MH370 menghilang pada tahun 2014 saat terbang ke Beijing dari Kuala Lumpur dengan 239 orang di dalamnya.

Pencarian untuk jet tersebut, yang juga melibatkan Malaysia dan China, dibatalkan pada bulan Januari setelah 1.046 hari.

Perburuan nasib pesawat tersebut menjadi salah satu pencarian permukaan dan bawah laut terbesar dalam sejarah penerbangan.

Setelah pencarian permukaan awal 52 hari gagal, penyidik ​​menggali dasar laut dan akhirnya mengesampingkan area seluas lebih dari 120.000 km persegi.

Pada tahun 2015 dan 2016, puing-puing yang dicurigai dari MH370 terdampar di pulau-pulau di Samudra Hindia dan pantai timur Afrika.

Penyidik ​​datang dengan lokasi kemungkinan saat ini setelah menganalisis pemodelan drift dan data satelit. Demikian seperti dimuat BBC. [mel]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

Suhud Dorong RUU Ketenagakerjaan Perkuat Perlindungan Buruh dan Kepastian Usaha

Jumat, 11 September 2026 | 16:25

KPK Panggil 3 Tersangka Baru Kasus Suap Pemerasan Sertifikasi K3 Kemnaker

Jumat, 11 September 2026 | 16:19

Trump Sumpah Bareng Pendukung Republik, Ancam yang Tak Nyoblos Masuk Neraka

Jumat, 11 September 2026 | 16:13

Keluarga Dokter Icha Tuntut Tiga Anggota DPRD TTU Tersangka Intimidasi Dipecat

Jumat, 11 September 2026 | 15:58

DPR: Sebelum Batas Waktu, Tim SAR Maksimalkan Upaya Cari Lima Jurnalis di Selat Sunda

Jumat, 11 September 2026 | 15:46

Aljazair Mendadak Putus Hubungan Diplomatik dengan UEA

Jumat, 11 September 2026 | 15:44

Bahlil Tegaskan BUK Migas Belum Diputuskan

Jumat, 11 September 2026 | 15:00

Jejak Korupsi Rejang Lebong Merambah ke Bengkulu, Kini Giliran Ketua DPRD Herimanto Diperiksa

Jumat, 11 September 2026 | 14:54

Kemenhaj Rilis Peserta CAT PPIH 2027 Gelombang 2

Jumat, 11 September 2026 | 14:46

Kemenhut Bakal Tindaklanjuti Temuan Lima Bayi Orangutan di India

Jumat, 11 September 2026 | 14:35

Selengkapnya