Berita

Serangan di pos polisi di Damaskus/BBC

Dunia

Dua Bom Bunuh Diri Terjadi Di Pos Polisi Damaskus

SELASA, 03 OKTOBER 2017 | 13:38 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Aksi bom bunuh diri kembali terjadi di Suriah. Kali ini terjadi di kota Damaskus awal pekan ini.

Menteri Dalam Negeri Mohammed Shaar menjelaskan bahwa ada seorang penyerang meledakkan dirinya di pintu masuk utama sebuah kantor polisi di distrik Midan tengah, Damaskus. Sedangkan pelaku kedua meledakkan sabuk peledaknya setelah ditembak petugas di lantai pertama gedung tersebut.

Akibat serangan tersebut, sejumlah petugas polisi dan warga sipil tewas. Namun tidak dirilis secara resmi berapa jumlah korban tewas.


Namun demikian, kelompok pemantau aktivis yang berbasis di Inggris, Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia, melaporkan bahwa setidaknya 11 orang meninggal, di antaranya ada enam petugas polisi, sementara saluran televisi pro-pemerintah al-Mayadeen membuat korban tewas adalah 10 orang.

Observatorium Suriah juga mengatakan bahwa sebuah bom mobil telah diledakkan selama serangan tersebut, namun Shaar tidak menyebutkan adanya ledakan tersebut.

Dikabarkan BBC, ini adalah serangan pertama yang terjadi di Damaskus sejak Juli lalu. Belum ada pihak atau kelompok yang mengklaim secara langsung serangan tersebut.

Namun sebelum-sebelumnya, serangan semacam itu pernah terjadi dan dilakukan oleh kelompok ISIS atau Hayat Tahrir al-Sham, sebuah aliansi jihad yang sebelumnya dikenal sebagai Front al-Nusra. [mel]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya