Berita

Rizal Ramli/Net

Politik

RR: Keputusan Jokowi Tidak Naikkan Tarif Listrik Sudah Benar

SELASA, 03 OKTOBER 2017 | 00:10 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Presiden Joko Widodo (Jokowi) memutuskan tidak menaikkan tarif listrik. Keputusan itu dinilai ekonom senior DR. Rizal Ramli sebagai keputusan yang benar.

"Keputusan JKW benar," tulis Rizal di akun Twitter miliknya, @RizalRamli, Senin (2/10).

Menurut hemat Rizal, alasan menaikkan tarif listrik untuk mengamankan keuangan PLN yang disebut sejumlah pihak saat ini dalam kondisi gawat darurat perlu dikoreksi.


"Setelah revaluasi asset 2016, asset PLN naik dari Rp 500 triliun jadi Rp 1300 triliun sehingga kondisi keuangan PLN lebih kokoh," kicau RR lagi, sapaan akrab Rizal Ramli.

Program revaluasi aset merupakan satu dari belasan paket ekonomi yang digelontorkan Pemerintahan Jokowi. Program ini dicetuskan oleh Rizal Ramli ketika menjabat Menko Maritim.

Program revaluasi aset dinilai menjadi salah satu program dari paket ekonomi yang dirasakan hasilnya. Pasalnya, program ini berhasil mengatrol aset BUMN minimal Rp 800 triliun. Adapun pajak yang diterima negara dari program ini sekitar Rp 32 triliun.

"Jika semua BUMN lakukan revaluasi aset, paling tidak aset BUMN naik Rp 2.000 triliun," kata RR pada 22 Februari 2016.

Keputusan pemerintah tidak menaikkan tarif listrik disampaikan Menteri ESDM Ignasius Jonan. Dia mengatakan Presiden Jokowi tetap memutuskan 1 Oktober sampai 31 Desember 2017 besaran tarif listrik tetap sama.

Jonan menjelaskan, penundaan kenaikan tarif tenaga listrik atas pertimbangan daya beli masyarakat. Kendati demikian, penundaan mengakibatkan PLN kehilangan pendapatan sebesar Rp 5 triliun.

"Kalau dari analisa kemungkinan kalau tarif listrik tidak naik sampai akhir tahun, mungkin PLN akan kehilangan pendapatan, jadi bukan rugi, pasti masih untung. Kehilangan pendapatan itu mungkin sekitar Rp 5 triliun. Jadi tidak apa-apa, kan pendapatannya PLN Rp 300 triliun lebih setahun," jelas Jonan kepada wartawan di Kantor Setneg, Rabu lalu (27/9). [wah]

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

KPK NU Demo di Gedung Merah Putih KPK, Desak Penangkapan Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:23

UPDATE

Wall Street Hijau Usai Data Tenaga Kerja Redupkan Sinyal Kenaikan Bunga The Fed

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:21

Biaya Perawatan Naik 106 Persen, Deteksi Dini Penting untuk Tekan Risiko

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:05

Harga Solar Naik Tinggi, G7 Lepas 100 Juta Barel Cadangan

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:51

Bank Syariah Jumbo Bakal Bertambah, OJK Pasang Target Lima Pemain

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:21

Bursa Eropa Bangkit, DAX Naik 1,17 Persen

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:06

Digitalisasi Parkir On Street Efektif Cegah Pungli

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:53

Suyudi-Wahyu Memimpin Polri: Tujuh Agenda Besar, Saatnya Pembuktian

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:22

Awas, Aktivitas Merapi Melonjak

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:04

Pengamen Dilarang Aktivitas di Mikrotrans dan Halte Transjakarta

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:53

Ahli Hukum Diusir MK, Apakah Gibran Sudah Bisa Didiskualifikasi?

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:34

Selengkapnya