Berita

Catalunya/Net

Dunia

Catalunya Minta Saksi Uni Eropa Atas Kekerasan Spanyol Dalam Referendum

SENIN, 02 OKTOBER 2017 | 19:00 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Para menteri Catalunya menegaskan bahwa mereka mengejar keadilan internasional menyusul tindakan keras pemerintah Spanyol terhadap pemilih dalam referendum kemerdekaan Catalunya.

Mengumumkan strategi respons dua cabang, para pejabat menambahkan bahwa sebuah proses untuk melembagakan sanksi anti-Madrid di Uni Eropa telah berlangsung.

"Kami akan memulai formalitas untuk mengaktifkan mekanisme sanksi. Kami berpikir bahwa tindakan negara Spanyol di mana seluruh dunia menyaksikan, menempatkan citra Uni Eropa sebagai penjamin demokrasi dan hak asasi manusia yang berisiko," kata Menteri Luar Negeri catalunya Raul Romeva seperti dimuat Russia Today.


Pejabat Catalunya telah memulai kontak dengan berbagai lembaga Uni Eropa, termasuk Parlemen Eropa dan Komisi Eropa, bersama dengan perwakilan negara-negara anggota Uni Eropa untuk meluncurkan langkah-langkah hukum bagi Madris.

Menteri tersebut merujuk pada Pasal 7 UE, sebuah undang-undang yang dapat menangguhkan hak suara negara anggota dan menjatuhkan sanksi kepada sebuah negara yang diyakini telah melanggar hak asasi manusia secara fundamental.

Setelah menuduh pihak berwenang Spanyol melakukan pelanggaran tersebut, pejabat pemerintah Catalunya lainnya, Jordi Turull mengatakan kepada wartawan bahwa Madrid harus dimintai pertanggungjawaban di pengadilan internasional atas tindakannya selama pemilihan tersebut. [mel]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

Suhud Dorong RUU Ketenagakerjaan Perkuat Perlindungan Buruh dan Kepastian Usaha

Jumat, 11 September 2026 | 16:25

KPK Panggil 3 Tersangka Baru Kasus Suap Pemerasan Sertifikasi K3 Kemnaker

Jumat, 11 September 2026 | 16:19

Trump Sumpah Bareng Pendukung Republik, Ancam yang Tak Nyoblos Masuk Neraka

Jumat, 11 September 2026 | 16:13

Keluarga Dokter Icha Tuntut Tiga Anggota DPRD TTU Tersangka Intimidasi Dipecat

Jumat, 11 September 2026 | 15:58

DPR: Sebelum Batas Waktu, Tim SAR Maksimalkan Upaya Cari Lima Jurnalis di Selat Sunda

Jumat, 11 September 2026 | 15:46

Aljazair Mendadak Putus Hubungan Diplomatik dengan UEA

Jumat, 11 September 2026 | 15:44

Bahlil Tegaskan BUK Migas Belum Diputuskan

Jumat, 11 September 2026 | 15:00

Jejak Korupsi Rejang Lebong Merambah ke Bengkulu, Kini Giliran Ketua DPRD Herimanto Diperiksa

Jumat, 11 September 2026 | 14:54

Kemenhaj Rilis Peserta CAT PPIH 2027 Gelombang 2

Jumat, 11 September 2026 | 14:46

Kemenhut Bakal Tindaklanjuti Temuan Lima Bayi Orangutan di India

Jumat, 11 September 2026 | 14:35

Selengkapnya