Berita

Prayuth Chan Ocha/The Guardian

Global

Trump Siap Sambut Pimpinan Junta Thailand Di Gedung Putih

SENIN, 02 OKTOBER 2017 | 17:51 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menjadi tuan rumah bagi pemimpin junta Thailand, Prayuth Chan-ocha di Gedung Putih (Senin, 2/10).

Kunjungan Perdana Menteri Prayuth Chan-ocha datang tiga tahun setelah dia merebut kekuasaan dalam sebuah kudeta militer tak berdarah di Thailand.

Pemerintah Trump, seperti Obama, tetap menekankan bahwa hubungan dengan Thailand akan bisa dipulihkan sepenuhnya hanya jika demokrasi dikembalikan.


Namun demikian, menyambut kedatangan Prayuth awal pekan ini, berarti adanya perubahan sikap terhadap kebijakan kepada Thailand tersebut.
 
Penyambutan otokrat oleh presiden di Gedung Putih memang bukan kali pertama dilakukan oleh Presiden Amerika Serikat. Namun pertemuan Presiden AS dengan pemimpin kudeta ini menjadi sorotan.

Mungkin perbandingan terakhir yang paling dekat dengan Prayuth adalah mantan panglima militer Pakistan Jenderal Pervez Musharraf, yang muncul sebagai sekutu dekat Presiden George W. Bush dalam perang melawan teror. Musharraf pertama kali mengunjungi Gedung Putih pada tahun 2002, tiga tahun setelah dia merebut kekuasaan dari seorang pemimpin terpilih dan sebelum menabrak sebuah referendum nasional untuk mendukung kepresidenannya.
 
Trump telah melonjak melalui kritik tentang penjangkauan ke pemimpin asing yang otoriter saat ia mencari untuk menopang aliansi lama Amerika.

Dia memuji Presiden Filipina Rodrigo Duterte atas perang mematikannya terhadap obat-obatan yang telah menyebabkan ribuan orang meninggal, menurut sebuah transkrip telepon April yang bocor.

Pada bulan yang sama, Trump menyambut Presiden Mesir Abdel-Fattah el-Sissi ke Gedung Putih, sesuatu yang dihindari Obama. El-Sissi telah mengambil alih kekuasaan dalam kudeta tahun 2013 dan kemudian terpilih sebagai presiden. Demikian seperti dimuat The Guardian. [mel]

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

UPDATE

Fokusmaker Sentil Azis Narang: Jangan Jual SOKSI untuk Kepentingan Politik Pribadi

Sabtu, 07 November 2026 | 18:26

Airlangga Akui Kasus Penyadapan pada Presiden Ganggu Sentimen Investor

Sabtu, 07 November 2026 | 18:17

Bantah Terlibat Penyadapan Ilegal, Bahlil: Ini Ulah Abuleke

Sabtu, 07 November 2026 | 17:48

ARBI Bakal Gelar Aksi Akbar di Al-Azhar, Ini Lima Tuntutannya

Sabtu, 07 November 2026 | 17:40

HUT ke-73 KPU Dirayakan Sederhana, Refleksi Integritas Bareng Para Mantan

Sabtu, 07 November 2026 | 16:45

Ketum Peradi Profesional: Advokat Bukan Pelengkap Peradilan

Sabtu, 07 November 2026 | 16:08

Menimbang Perpres 107/2026 dan Dampaknya pada Kelancaran Pengadaan Energi

Sabtu, 07 November 2026 | 15:48

Tekanan Jual Mereda, Harga Bitcoin Menguat ke 75.928 Dolar AS

Sabtu, 07 November 2026 | 15:40

Film Rencana Besar untuk Mati dengan Tenang Tayang Jelang Imlek

Sabtu, 07 November 2026 | 15:18

Pangdam XXII/Tambun Bungai Pimpin Pemulangan Jenazah Sertu Anumerta Heri Prasetyo ke Kediri

Sabtu, 07 November 2026 | 15:14

Selengkapnya