Berita

Politik

Moeldoko: Patung Pahlawan Simbol Sistem Pertahanan Rakyat Semesta

SENIN, 02 OKTOBER 2017 | 17:29 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

RMOL. Mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Moeldoko mengajak setiap pihak untuk bijak memaknai simbol-simbol, termasuk Patung Pahlawan yang berdiri di Menteng, Jakarta Pusat. Patung yang dikenal luas sebagai Tugu Tani ini belakangan dituding sebagai simbol komunis oleh demonstran 299.

"Saya pikir kita mesti bijak memaknai dari setiap simbol-simbol. Jangan lihat dari fisiknya, tapi melihat untuk apa patung itu dulu dibuat. Patung itu adalah Patung Pahlawan. Patung itu cermin dari keberhasilan pertempuran di Irian Barat sehingga dilukiskan dalam bentuk patung,” kata Moeldoko.

Hal itu dikatakan Moeldoko, yang juga Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI), menjawab pertanyaan wartawan usai memberi kuliah umum di Universitas Yudharta Pasuruan, Jatim, Senin (2/10). Seribuan santri dan mahasiswa hadir dalam acara tersebut.


Pada Patung Pahlawan yang berdiri 1963 tersebut tertulis "Hanya Bangsa yang Dapat Menghargai Pahlawan-pahlawannya yang Dapat Menjadi Bangsa Besar.”

"Simbol itu menggambarkan bagaimana seorang ibu membekali anaknya yang akan berangkat ke medan operasi. Itu sebenarnya simbol dan ditarik menuju doktrin sistem pertahanan negara," ujar mantan KSAD ini.

Sistem pertahanan negara yang dimaksud adalah Sistem Pertahanan Rakyat Semesta sebagaimana termaktub dalam UUD 1945.

"Bahwasanya sistem pertahanan negara tidak hanya dibangun oleh komponen utama, bukan hanya oleh TNI. Di situ ada komponen cadangan (rakyat) dan di situ ada kompenen pendukung. Itulah sebuah cermin secara keseluruhan bagaimana sistem pertahanan sebuah negara,” tegas, doktor jebolan Universitas Indonesia (UI) ini.

Menurut Moeldoko, jika semua pihak memaknai secara positif Sistem Pertahanan Rakyat Semesta yang digambarkan Patung Pahlawan tersebut, maka ini akan menjadi faktor yang membuat negara-negara lain gentar.

“Ini sebuah deterrent factor terhadap negara-negara lain. Hati-hati lho jangan coba-coba menyerang Indonesia, karena semua dari bangsa indonesia memiliki hak untuk mempertahankan kedaulatan negaranya,” tegas Moeldoko. [ysa]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Insentif SPPG Dipangkas, Wamenkeu Senang MBG Terus Lakukan Reformasi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:15

Putra Pandeglang jadi Kapolri, Sejarah Baru bagi Banten!

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:43

Dana Kopdes Rp37 Triliun Sudah di Himbara, Tapi Masih Dikunci Kemenkeu

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:20

Bupati Gowa Tidak Ditahan Usai Diperiksa sebagai Tersangka, Ini Sebabnya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 23:18

Muhadjir Effendy Menyesal Tak Bisa Maksimal Dongkrak Kesejahteraan Guru

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:33

Kasus Alpriado Osmond Diputus PN Tangerang, Hak Asuh Anak Dimenangkan Ibu

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:06

Saatnya Mahasiswa Kritisi Sistem Dominasi "Fraksi" di Parlemen

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:42

Pertamina Patra Niaga Salurkan LPG 3 Kg ke 958 Kopdes Merah Putih

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:31

Asesmen jadi Fondasi Pembinaan Warga Binaan Lapas Cianjur

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:03

Selengkapnya