Berita

Jagmeet Singh (tengah)/The Guardian

Dunia

Politisi Dengan Turban Berwarna Ini Pimpin Partai Besar Di Kanada

SENIN, 02 OKTOBER 2017 | 14:59 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Jagmeet Singh resmi menjadi pemimpin Demokrat Baru (NDP)yang berhaluan kiri di Kanada akhir pekan kemarin. Dengan demikian, pria 38 tahun tersebut menjadi politisi non-kulit putih pertama yang memimpin sebuah partai politik besar di Kanada.

Pengacara yang juga merupakan anggota parlemen provinsi Ontario juga menjadi sorotan karena ia merupakan penganut kepercayaan Sikh pertama yang terpilih memimpin partai. Ia dikenal dengan penampilannya yang kerap menggunakan turban berwarna di kepalanya.

Ia terpilih pada pemungutan suara pertama untuk memimpin NDP ke dalam pemilihan federal 2019 melawan Perdana Menteri Justin Trudeau Liberal.


"Terima kasih, Demokrat Baru. Pelantikan perdana menteri dimulai sekarang," tulis Singh di akun Twitternya.

Singh mendapat 54 persen suara, mengalahkan tiga saingannya untuk menjadi kepala baru NDP, menggantikan Thomas Mulcair. Hasil pemungutan suara, yang dilakukan secara online dan melalui surat tersebut diumumkan pada sebuah pertemuan partai di Toronto.

Menanggapi hasil tersebut, Trudeau mengucapkan selamat kepada saingan politik barunya tersebut.

Profil Singh terdorong awal bulan lalu setelah sebuah video menjadi viral. Dalam video tersebut dirinya tampak menghadapi dengan tenang dan lembut pada seorang wanita yang menghinanya dan meneriakkan kata-kata kasar di depan mukanya serta menuduhnya ingin menerapkan hukum Syariah di Kanada.

Christopher Cochrane, seorang profesor ilmu politik di University of Toronto memuji sikap Singh tersebut.

"Keterampilannya, karena bisa meredakan situasi, hal itu bisa menarik banyak orang yang akhirnya mendukungnya," jelasnya seperti dimuat The Guardian.

Cochrane menambahkan bahwa kemampuan Singh untuk terhubung dengan orang muda dan orang-orang minoritas etnis akan membuatnya menjadi kekuatan yang diperhitungkan saat bersaing dengan Trudeau tahun 2019 mendatang.

NDP adalah partai terbesar ketiga di parlemen federal, dengan 44 dari 338 kursi. [mel]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

UPDATE

Bakom RI Gandeng Homeless Media Perluas Komunikasi Pemerintah

Kamis, 07 Mei 2026 | 14:17

Bakom Rangkul Homeless Media, Komisi I DPR: Layak Diapresiasi tetapi Tetap Harus Diawasi

Kamis, 07 Mei 2026 | 14:12

Israel Kucurkan Rp126 Triliun demi Pulihkan Citra Global yang Kian Terpuruk

Kamis, 07 Mei 2026 | 14:11

Teguh Santosa: Nuklir Jangan Dijadikan Alat Tawar Politik Global

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:55

AS-Iran di Ambang Kesepakatan Damai

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:34

LHKPN Prabowo dan Anggota Kabinet Merah Putih Masih Tahap Verifikasi

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:22

Apa Itu Homeless Media Dan Mengapa Populer Di Era Digital Saat Ini

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:13

Tangguh di Level 7.117, IHSG Menguat 0,36 Persen di Sesi I

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:13

China dan Iran Gelar Pertemuan Penting Bahas Situasi Timur Tengah

Kamis, 07 Mei 2026 | 12:46

Industri Film Bisa jadi Sumber Pertumbuhan Ekonomi Baru

Kamis, 07 Mei 2026 | 12:15

Selengkapnya