Berita

Carles Puigdemont (tengah berkacamata)/BBC

Global

Carles Puigdemont: Catalunya Menangkan Hak Untuk Merdeka

SENIN, 02 OKTOBER 2017 | 12:19 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Pemimpin Catalunya Carles Puigdemont mengklaim bahwa wilayah Sppanyol tersebut telah memenangkan hak untuk menjadi sebuah negara yang merdeka pasca referendum akhir pekan kemarin.

"Dengan hari harapan dan penderitaan ini, warga Catalunya telah memenangkan hak untuk sebuah negara merdeka dalam bentuk sebuah republik," kata Puigdemont dalam sebuah pidato di televisi yang diapit oleh pemimpin senior Catalunya lainnya.

"Pemerintahan saya, dalam beberapa hari ke depan akan mengirimkan hasil pemungutan suara hari ini kepada parlemen Catalunya, di mana kedaulatan rakyat kita terbengkalai, sehingga bisa bertindak sesuai dengan hukum referendum," tambahnya.


Pejabat Catalunya kemudian mengatakan bahwa 90 persen dari mereka yang menggunakan hak suara dalam referendum (Minggu, 1/10) mendukung keputusan untuk merdeka.

Dalam referendum kemarin, jumlah pemilih yang berpartisipasi adalah 42,3 persen. Referendum diwarnai kekerasan di mana petugas keamanan menyita surat dan kotak suara di tempat pemungutan suara. Pemerintah Spanyol menilai referendum tersebut ilegal.

Selain itu, bentrok juga terjadi saat polisi menggunakan kekuatan untuk mencoba memblokir pemungutan suara. [mel]

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

UPDATE

Fokusmaker Sentil Azis Narang: Jangan Jual SOKSI untuk Kepentingan Politik Pribadi

Sabtu, 07 November 2026 | 18:26

Airlangga Akui Kasus Penyadapan pada Presiden Ganggu Sentimen Investor

Sabtu, 07 November 2026 | 18:17

Bantah Terlibat Penyadapan Ilegal, Bahlil: Ini Ulah Abuleke

Sabtu, 07 November 2026 | 17:48

ARBI Bakal Gelar Aksi Akbar di Al-Azhar, Ini Lima Tuntutannya

Sabtu, 07 November 2026 | 17:40

HUT ke-73 KPU Dirayakan Sederhana, Refleksi Integritas Bareng Para Mantan

Sabtu, 07 November 2026 | 16:45

Ketum Peradi Profesional: Advokat Bukan Pelengkap Peradilan

Sabtu, 07 November 2026 | 16:08

Menimbang Perpres 107/2026 dan Dampaknya pada Kelancaran Pengadaan Energi

Sabtu, 07 November 2026 | 15:48

Tekanan Jual Mereda, Harga Bitcoin Menguat ke 75.928 Dolar AS

Sabtu, 07 November 2026 | 15:40

Film Rencana Besar untuk Mati dengan Tenang Tayang Jelang Imlek

Sabtu, 07 November 2026 | 15:18

Pangdam XXII/Tambun Bungai Pimpin Pemulangan Jenazah Sertu Anumerta Heri Prasetyo ke Kediri

Sabtu, 07 November 2026 | 15:14

Selengkapnya