Berita

Dunia

Media Korsel: Korut Pindahkan Rudal Ke Fasilitas Di Pyongyang?

SABTU, 30 SEPTEMBER 2017 | 17:41 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Media Korea Selatan, Korean Broadcasting System (KBS) mengutip sumber intelijen anonim memuat bahwa Korea Utara telah terdeteksi memindahkan sejumlah rudal keluar dari fasilitas penelitian di Pyongyang.

DImuat ulang Press TV, otoritas intelijen Korea Selatan dan AS melihat rudal dipindahkan dari Sarana Penelitian dan Pengembangan Rudal di Pyongyang. Fasilitas tersebut, yang terletak di lingkungan utara Pyongyang, Sanum-dong, telah dibuat untuk produksi rudal balistik antar benua (ICBMs).

Namun, laporan tersebut tidak menyebutkan waktu dan target lokasi dugaan transfer tersebut, dengan berspekulasi bahwa rudal tersebut bisa berupa rentang menengah Hwasong-12 atau Hwasong-14.


Selain itu, Reuters juga mengutip seorang sumber dari Kementerian Pertahanan Korea Selatan yang mengatakan bahwa dia tidak dapat mengkonfirmasi rincian laporan tersebut, dan apakah bahkan ada kegiatan yang tidak biasa di wilayah yang ditentukan.

Pihak berwenang di Seoul telah melontarkan peringatan soal kemungkinan Pyongyang dapat melakukan tindakan provokatif yang menandai ulang tahun berdirinya partai komunis di negara itu pada 10 Oktober, atau mungkin saat China mengadakan Kongres Partai Komunis pada 18 Oktober mendatang. [mel]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya