Berita

Global

AS Perberat Sanksi Keuangan Ke Rusia

SABTU, 30 SEPTEMBER 2017 | 15:54 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Departemen Keuangan Amerika Serikat mengumumkan sanksi keuangan baru yang ketat terhadap bank serta perusahaan energi milik Rusia pada Jumat (30/9). Langkah tersebut diambil karena Washington menilai bahwa ada campur tangan Moskow yang terus menerus di Ukraina.

Departemen Keuangan AS memotong panjang jatuh tempo obligasi yang dikeluarkan oleh lembaga keuangan utama Rusia dan perusahaan minyak dan gas. Langkah itu bertujuan untuk mempersulit perusahaan-perusahaan tersebut untuk meningkatkan pendanaan jangka panjang.

Bagi bank-bank Rusia dan lembaga keuangan lainnya yang terdaftar dalam sanksi, hanya hutang 14 hari atau kurang yang dikeluarkan setelah 28 November dapat diperdagangkan. Sebelumnya jatuh tempo yang diperbolehkan adalah 30 hari. Sedangkan untuk perusahaan minyak dan gas yang terdaftar, jatuh tempo hutang baru yang diijinkan dipotong menjadi 60 hari dari 90 hari.


Langkah tersebut menyentuh bank-bank besar Rusia seperti Eximbank, Sberbank, Vnesheconombank dan VTB Bank, dan raksasa energi termasuk Gazprom, Lukoil, dan Transneft.

Ini adalah sanksi teranyar dari serangkaian sanksi yang dikeluarka oleh Amerika Serikat dan sekutunya terhadap Rusia atas dukungannya terhadap pasukan separatis pro-Rusia di Ukraina timur dan penyatuan kembali Krimea dengan Rusia setelah referendum pada tahun 2014. Demikian seperti dimuat Press TV. [mel]

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

UPDATE

Fokusmaker Sentil Azis Narang: Jangan Jual SOKSI untuk Kepentingan Politik Pribadi

Sabtu, 07 November 2026 | 18:26

Airlangga Akui Kasus Penyadapan pada Presiden Ganggu Sentimen Investor

Sabtu, 07 November 2026 | 18:17

Bantah Terlibat Penyadapan Ilegal, Bahlil: Ini Ulah Abuleke

Sabtu, 07 November 2026 | 17:48

ARBI Bakal Gelar Aksi Akbar di Al-Azhar, Ini Lima Tuntutannya

Sabtu, 07 November 2026 | 17:40

HUT ke-73 KPU Dirayakan Sederhana, Refleksi Integritas Bareng Para Mantan

Sabtu, 07 November 2026 | 16:45

Ketum Peradi Profesional: Advokat Bukan Pelengkap Peradilan

Sabtu, 07 November 2026 | 16:08

Menimbang Perpres 107/2026 dan Dampaknya pada Kelancaran Pengadaan Energi

Sabtu, 07 November 2026 | 15:48

Tekanan Jual Mereda, Harga Bitcoin Menguat ke 75.928 Dolar AS

Sabtu, 07 November 2026 | 15:40

Film Rencana Besar untuk Mati dengan Tenang Tayang Jelang Imlek

Sabtu, 07 November 2026 | 15:18

Pangdam XXII/Tambun Bungai Pimpin Pemulangan Jenazah Sertu Anumerta Heri Prasetyo ke Kediri

Sabtu, 07 November 2026 | 15:14

Selengkapnya