Berita

Politik

Dekan FMP Unhan Serukan ASEAN Intelligent Sharing Hadapi Ancaman Maritim

JUMAT, 29 SEPTEMBER 2017 | 08:53 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Kerjasama keamanan maritim antar-negara dalam menghadapi berbagai bentuk ancaman maritim, baik yang bersifat tradisional maupun yang non tradisional, sangatlah penting,

Demikian disampaikan Dekan Fakultas Manajemen Pertahanan (FMP) Universitas Pertahanan (Unhan) Laksda TNI DR. Amarulla Octavian saat menanggapi pandangan beberapa pakar maritim serta saat menyampaikan materi paparan berjudul Maritime Security Priorities and Capacity Building: Southeast Asia Perspective.

Materi ini disampaikan dalam Workshop Internasional dengan penyelenggara DKI Asia-Pacific Center for Security Studies (APCSS) bersama The Sasakawa Peace Foundation (SPF) di Tokyo, Jepang (28/9).


Tema workshop ini adalah Building Maritime Capacity: A Quadrilateral Approach yang membahas berbagai bentuk kerjasama maritim antara 4 negara besar, yakni Amerika Serikat, Jepang, India dan Australia, dengan negara-negara lain di kawasan Samudera Hindia, perairan Asia Tenggara dan Samudera Pasifik. Workshop tersebut merupakan suatu forum diplomasi yang bersifat semi formal untuk menganalisa berbagai bentuk arsitektur regional menghadapi dinamika keamanan maritim Indo-Asia-Pasifik.

Para peserta terdiri dari pejabat pemerintah dari kementerian luar negeri, kementerian pertahanan, pejabat militer baik dari angkatan laut dan angkatan udara, pejabat coast guard, para akademisi, para pakar, lembaga think tank, dan LSM.

Menurut Octavian, dalam menghadapi ancaman maritim tradisional, maka kerjasama maritim antar angkatan laut lebih mengarah kepada intelligent sharing. Sedangkan untuk menghadapi ancaman maritim non tradisional, maka kerjasama antar angkatan laut bersama coast guard dan polisi perairan diarahkan untuk peningkatan kualitas information sharing.  

"Kapasitas ASEAN perlu ditingkatkan guna menghadapi kompleksitas ancaman maritim melalui kerjasama yang lebih intensif dengan keempat negara besar tersebut," demikian Octavian. [ysa]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Insentif SPPG Dipangkas, Wamenkeu Senang MBG Terus Lakukan Reformasi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:15

Putra Pandeglang jadi Kapolri, Sejarah Baru bagi Banten!

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:43

Dana Kopdes Rp37 Triliun Sudah di Himbara, Tapi Masih Dikunci Kemenkeu

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:20

Bupati Gowa Tidak Ditahan Usai Diperiksa sebagai Tersangka, Ini Sebabnya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 23:18

Muhadjir Effendy Menyesal Tak Bisa Maksimal Dongkrak Kesejahteraan Guru

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:33

Kasus Alpriado Osmond Diputus PN Tangerang, Hak Asuh Anak Dimenangkan Ibu

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:06

Saatnya Mahasiswa Kritisi Sistem Dominasi "Fraksi" di Parlemen

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:42

Pertamina Patra Niaga Salurkan LPG 3 Kg ke 958 Kopdes Merah Putih

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:31

Asesmen jadi Fondasi Pembinaan Warga Binaan Lapas Cianjur

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:03

Selengkapnya