Berita

Politik

Moeldoko: Kalau Semua Jenderal Berpolitik, Siapa Yang Urus Petani

JUMAT, 29 SEPTEMBER 2017 | 08:45 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Jenderal (Purn) Moeldoko mengungkapkan alasannya lebih banyak terjun ke dunia pertanian ketimbang politik. Moeldoko telah dikenal masyarakat dalam sejumlah inovasinya di bidang pertanian.

"Kalau semua seperti sekarang berpikiran politik, maka siapa yang memikirkan nasib petani? Saya lebih tertarik bagaimana nasib petani bisa kita tingkatkan," kata Moeldoko.

Hal itu dikatakan Moeldoko usai memberikan ceramah di Pesantren Mahasiswa Luhur Sumbersari, Malang, Kamis (28/9). Di Kota Apel tersebut, Moeldoko juga memberi orasi ilmiah di hadapan ratusan mahasiswa Politeknik Kota Malang.


Mantan Panglima TNI ini mengatakan, setiap kali terjun ke daerah, dia selalu memberi semangat kepada para petani.

"Saya katakan tidak ada lagi petani yang berpikir miskin, kalian petani harus menjadi kaya. Bagaimana caranya? Ikuti teknologi yang kita kembangkan,” ujarnya.

Hasil teknologi pertanian Moeldoko salah satunya adalah benih M70D dan M400. Keunggulannya, M70D bisa dipanen dalam waktu 70 hari, bukan 95 hari seperti padi biasanya. Sementara padi M400 memiliki 400 butir padi setiap tangkainya, bukan 270-300 butir sebagaimana umumnya.

Mantan Wali Kota Malang, Peni Suparto, yang hadir dalam acara mengatakan pikiran-pikiran Moeldoko dalam bidang pertanian memang inovatif.

"Beliau penuh dengan pengabdian. Artinya beliau yang sudah tidak kurang suatu apapun masih memikirkan rakyat kecil. Itu yang saya anggap luar biasa. Sementara banyak pensiunan-pensiunan yang lain dari semua lini tidak ada yang berpikiran seperti itu," imbuh Peni.

Peni bercerita, dalam membina petani dengan teknologi yang dimilikinya, Moeldoko juga memberi garansi jika terjadi anomalli.

"Misalnya nanem 10 hektar, dihantam wereng habis semuanya, petani diganti," demikian Peni. [ysa]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Insentif SPPG Dipangkas, Wamenkeu Senang MBG Terus Lakukan Reformasi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:15

Putra Pandeglang jadi Kapolri, Sejarah Baru bagi Banten!

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:43

Dana Kopdes Rp37 Triliun Sudah di Himbara, Tapi Masih Dikunci Kemenkeu

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:20

Bupati Gowa Tidak Ditahan Usai Diperiksa sebagai Tersangka, Ini Sebabnya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 23:18

Muhadjir Effendy Menyesal Tak Bisa Maksimal Dongkrak Kesejahteraan Guru

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:33

Kasus Alpriado Osmond Diputus PN Tangerang, Hak Asuh Anak Dimenangkan Ibu

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:06

Saatnya Mahasiswa Kritisi Sistem Dominasi "Fraksi" di Parlemen

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:42

Pertamina Patra Niaga Salurkan LPG 3 Kg ke 958 Kopdes Merah Putih

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:31

Asesmen jadi Fondasi Pembinaan Warga Binaan Lapas Cianjur

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:03

Selengkapnya