Berita

Joko Widodo/Net

Politik

Usulan Luhut Panjaitan Bisa Bikin Jokowi Gagal Jadi Presiden Lagi

KAMIS, 28 SEPTEMBER 2017 | 00:22 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Nasib buruk bakal menimpa Presiden Joko Widodo. Dia tidak bisa menjadi presiden dua periode karena tidak akan terpilih jika maju dalam Pilpres 2019.

Demikian disampaikan Ketua Presidium PRIMA (Perhimpunan Masyarakat Madani) Sya'roni dalam perbincangan dengan Kantor Berita Politik RMOL, Rabu (27/9).

Menurut Sya'roni, nasib Jokowi di Pilpres 2019 akan sama seperti dialami Megawati Soekarnoputri saat Pilpres 2004. Jokowi akan terseok dan tidak akan memenangkan Pilpres mendatang jika pemerintahan yang dipimpinnya saat ini mengeluarkan kebijakan menjual BUMN seperti diusulkan Menko Maritim Luhut Binsar Panjaitan.


Usul tersebut disampaikan Luhut menyoal dominasi BUMN dalam ekonomi dalam negeri. Luhut berpandangan salah satu penyebab dominasi BUMN di ekonomi dalam negeri adalah jumlah BUMN dan anak usahanya yang sudah terlalu banyak dan besar. Karenanya, salah satu solusi yang ditawarkan Luhut ke Presiden Jokowi adalah dengan merestrukturisasi atau menjual BUMN.

"Bila membuka lembar sejarah Pilpres 2004, diantara faktor kekalahan Megawati-Hasyim Muzadi dari SBY-JK adalah karena kebijakan menjual BUMN dan aset negara. Saat Megawati berkuasa, kebijakannya menjual BUMN dan aset bangsa menuai kritik besar dari rakyat, sehingga pada saat Pilpres 2004 rakyat menghakiminya dengan tidak memilihnya kembali," jelas Sya'roni.

Tentu saja, tambah Sya'roni, imbas buruk juga akan dinikmati PDIP di Pileg mendatang jika usul Luhut dilaksanakan. Berkaca pada Pileg 2004, kebijakan swastanisasi dan asingisasi oleh Megawati membuat PDIP dianggap bukan partai wong cilik. PDIP pun ketika itu harus puas di urutan kedua, sementara peraih kursi terbanyak dimenangkan oleh Partai Golkar.

"Jika kebijakan (menjual BUMN) ini mau diulang kembali, ini sama halnya keledai yang jatuh ke lubang yang sama. Jika nanti PDIP dan Jokowi kalah dalam Pemilu dan Pilpres 2019, maka akan mudah mencari penyebabnya," tukas Sya'roni. [ian]

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

KPK Sita Aset Rp22 Miliar Milik Anwar Sadad, Mulai Rumah hingga SPBE

Rabu, 22 Juli 2026 | 20:42

UPDATE

OIKN Siapkan Rangkaian Prosesi Penghormatan dan Pemakaman Troy Pantouw

Minggu, 26 Juli 2026 | 14:25

Tugu Koperasi Tasikmalaya Direvitalisasi Jadi Cagar Budaya Nasional

Minggu, 26 Juli 2026 | 14:18

BMKG Minta Masyarakat Waspadai Gelombang Tinggi di Beberapa Perairan Indonesia

Minggu, 26 Juli 2026 | 14:11

Lesley Simpson Racik Drama Psikologis Bunga di Tepi Jurang

Minggu, 26 Juli 2026 | 14:05

Indonesia Harus Terdepan Gerakkan Dunia Internasional Selamatkan Gaza

Minggu, 26 Juli 2026 | 14:00

SMRC Catat Kepuasan Publik terhadap Prabowo Turun 30 Persen

Minggu, 26 Juli 2026 | 13:58

Mantri BRI Jangkau Masyarakat Pegunungan Toraja Utara Hadirkan Layanan Perbankan

Minggu, 26 Juli 2026 | 13:28

Sudaryono Jangan Sesatkan Publik soal Mitos Telur Penyebab Bisul

Minggu, 26 Juli 2026 | 13:19

KPK Usut Dugaan Suap ke Pejabat Pemkot Bengkulu

Minggu, 26 Juli 2026 | 13:12

Kemenkes Perluas Skrining HIV, Putus Rantai Penularan di Masyarakat

Minggu, 26 Juli 2026 | 12:42

Selengkapnya