Berita

Hasto Kristiyanto/Net

Politik

Gelar Doktor Kehormatan Megawati Perkuat Pendidikan Politik Kebangsaan

KAMIS, 28 SEPTEMBER 2017 | 00:02 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Pemberian gelar doktor honoris causa kepada Presiden Kelima RI, Megawati Soekarnoputri oleh Universitas Negeri Padang menunjukkan pengakuan universitas tersebut atas peran dan jasa Megawati di dalam mempelopori UU Sistem Pendidikan Nasional.

"UU Sisdiknas tidak hanya dimaknakan sebagai proses demokratisasi dalam dunia pendidikan. Filosofi tentang pendidikan dalam fungsinya mencerdaskan kehidupan bangsa yang menempatkan peran sentral guru diletakkan dengan kuatnya," kata Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto, di UNP, Padang (Rabu, 27/9).

Dalam penilaian pihak UNP, kata Hasto, Megawati dikenal sosok yang terus mendorong politik pendidikan yang berkarakter; pendidikan yang berpijak pada filosofi dasar bangsa, Pancasila; dan pendidikan yang berposes bagi lahirnya manusia Indonesia yang kompeten, unggul dan berdaya saing, namun tetap berkepribadian Indonesia.


Konsistensi Megawati untuk lebih memilih jalur hukum ketika terjadi serangan kantor partai pada tanggal 27 Juli 1996, juga merupakan hasil proses pendikan berkarakter.

Bagi Megawati Soekarnoputri, kata Hasto, pendidikan menempatkan peran sentral pada keluarga, guna menanamkan dasar-dasar pendidikan budi pekerti, yg begitu lekat dengan nilai-nilai kemanusiaan.

"Demikian halnya guru. Gurulah yang paling memahami bahwa ukuran pendidikan bukanlah sekedar diukur dari pencapaian nilai-nilai terbaik bagi siswanya. Pendidikan harus melahirkan spirit untuk berprestasi menjadi manusia cerdas yang membumikan ilmunya bagi tanah air dan bangsanya," ungkap Hasto.

Dengan demikian, lanjut Hasto, pemberian gelar tersebut diharapkan dapat menggelorakan kembali dedikasi dunia pendidikan Indonesia bagi kemajuan bangsanya guna memerkuat rasa  percaya pada kekuatan bangsa sendiri.

"Selama bangsa Indonesia percaya pada kekuatan sendiri dan memiliki mentalitas pejuang, serta nasionalisme yang membumi, maka berbagai persoalan bangsa dapat diselesaikan dengan gotong royong dalam seluruh aspek kehidupan berbangsa," demikian Hasto. [ysa]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Insentif SPPG Dipangkas, Wamenkeu Senang MBG Terus Lakukan Reformasi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:15

Putra Pandeglang jadi Kapolri, Sejarah Baru bagi Banten!

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:43

Dana Kopdes Rp37 Triliun Sudah di Himbara, Tapi Masih Dikunci Kemenkeu

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:20

Bupati Gowa Tidak Ditahan Usai Diperiksa sebagai Tersangka, Ini Sebabnya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 23:18

Muhadjir Effendy Menyesal Tak Bisa Maksimal Dongkrak Kesejahteraan Guru

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:33

Kasus Alpriado Osmond Diputus PN Tangerang, Hak Asuh Anak Dimenangkan Ibu

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:06

Saatnya Mahasiswa Kritisi Sistem Dominasi "Fraksi" di Parlemen

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:42

Pertamina Patra Niaga Salurkan LPG 3 Kg ke 958 Kopdes Merah Putih

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:31

Asesmen jadi Fondasi Pembinaan Warga Binaan Lapas Cianjur

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:03

Selengkapnya