Berita

Muhadjir Effendy/Net

Politik

Mendikbud: Gelar Doktor Kehormatan Untuk Megawati Sangat Tepat!

RABU, 27 SEPTEMBER 2017 | 23:34 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Pemberian gelar doktor honoris causa yang diberikan oleh Universitas Negeri Padang (UNP) kepada Presiden Kelima yang juga Ketua Umum DPP PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, sudah sangat tepat.

Demikian disampaikan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy, usai menghadiri pemberian gelar doktor honoris causa kepada Megawati di UNP, Padang (Rabu, 27/9).

"Sangat tepat untuk penghargaan beliau. Karena reformasi pendidikan itu memang dimulai pada waktu beliau menjadi presiden, terutama dengan disahkannya UU Sisdiknas. Itu terjadi perubahan sangat signifikan, banyak sekali perubahannya terutama tentang otonomi pendidikan menjadi bagian dari otonomo daerah," ungkap Muhajir.


UNP menganugerahi Megawati Soekarnoputri, doktor honoris causa di bidang politik pendidikan di auditorium UNP, Jalan Prof Dr Hamka, kota Padang, Sumatera Barat. Mengenakan toga bergaris kuning, Megawati menerima penghargaan secara simbolik dari rektor UNP.

Mendikbud kemudian mengungkapkan kembali alasan Megawati tepat mendapat gelar dari UNP tersebut.

"Reformasi pendidikan berubah secara signifikan. Banyak sekali, soal alokasi anggaran APBN dan APBD harus minimum 20 persen. Kemudian menyerahkan kewenangan ke masing-masing sekolah yang diberikan school management berbasis sekolah," demikian Muhajir. [ysa]

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

UPDATE

Tanpa Laboratorium Kuat, RI Hanya Jadi Pasar Teknologi Asing

Sabtu, 18 April 2026 | 00:13

Megawati-Dubes Jerman Bahas Geopolitik dan Antisipasi Krisis Global

Sabtu, 18 April 2026 | 00:01

Mahasiswa ITB Goyang Erika

Jumat, 17 April 2026 | 23:39

Kereta Api Bakal Hadir di Tanah Papua

Jumat, 17 April 2026 | 23:21

Industri Kosmetik dan Logistik Wajib Halal Oktober 2026

Jumat, 17 April 2026 | 23:01

Revisi UU Pemilu Rawan jadi Bancakan Parpol

Jumat, 17 April 2026 | 22:36

Pesan Prabowo di Dharma Santi 2026: Jaga Harmoni, Perkuat Persaudaraan

Jumat, 17 April 2026 | 22:14

Menkop: Prabowo Tegaskan Negara Hadir Atur Ekonomi Lewat Kopdes

Jumat, 17 April 2026 | 21:45

Dewas Didesak Gelar Perkara Laporan terhadap Jubir KPK

Jumat, 17 April 2026 | 21:35

YLBHI Diminta Kembali ke Khitah Bela Masyarakat Marginal

Jumat, 17 April 2026 | 21:20

Selengkapnya