Berita

Teuku Gandawan/Net

Politik

Hentikan Upaya Polri, BIN, Dan BNN Mempersenjatai Diri

SELASA, 26 SEPTEMBER 2017 | 00:04 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Presiden Jokowi harus segera mengembalikan semua kekuatan bersenjata ke tugas, pokok, dan fungsi awal kelembagaan tersebut, sebelum para aparat negara ini saling baku tembak.

Begitu kata pemerhati politik nasional yang juga Direktur Strategi Indonesia, Teuku Gandawan sebagaimana keterangan tertulis yang diterima redaksi, Senin (25/9).

"Dukung penuh Panglima TNI Gatot Nurmantyo menata sistem persenjataan militer dan non-militer. Aparat non-militer jangan kebablasan ingin memiliki persenjataan canggih ala Hollywood," jelasnya.


Selain itu, ia mengimbau kepada MPR dan DPR untuk segera menggelar sidang paripurna menyatakan sikap bahwa negara ini harus dijalankan dan dikelola dengan tata negara yang benar dan penuh etika. Dalam artian, semua prosedur sistem persenjataan nasional harus mengikuti UU yang berlaku.

"Hentikan semua upaya tak masuk akal dari Polri, BIN dan BNN yang ingin mempersenjatai diri melampaui kepatutan. Tidak ada perang gangster di Indonesia dan jangan merekayasa perang gangster pada masa yang akan datang," tegasnya.

Gandawan juga meminta kepada semua aparat bersenjata Republik Indonesia untuk setia kepada Pancasila dan UUD 1945, setia kepada negara.

"Tidak boleh ada kesetiaan kepada siapapun yang berpotensi melanggar ideologi dan konstitusi," pungkasnya. [ian]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

UPDATE

Konsep Pasar Modern Tak Harus Identik Bangunan Mewah

Selasa, 07 April 2026 | 04:15

Jangan cuma Israel, Preman Kampung di Purwakarta Juga Wajib Dikutuk

Selasa, 07 April 2026 | 04:04

Tukang Ojek Ditembak Penumpang, Motor Dibawa Kabur

Selasa, 07 April 2026 | 03:38

Subsidi BBM Bocor Rp7 Triliun Gegara Kemacetan Jakarta

Selasa, 07 April 2026 | 03:15

KA Bangunkarta Anjlok di Bumiayu, Penumpang Dievakuasi 10 Bus

Selasa, 07 April 2026 | 03:00

Fahira Sodorkan Lima Strategi Pasar Tradisional Jadi Fondasi Jakarta Kota Global

Selasa, 07 April 2026 | 02:25

Waspada Politik Gunting dalam Lipatan di Lingkaran Istana

Selasa, 07 April 2026 | 02:11

Muslim Iran, Berjuanglah untuk Islam

Selasa, 07 April 2026 | 02:07

Viral Mobil Dinas di Kawasan Puncak, Pemprov DKI Minta Maaf

Selasa, 07 April 2026 | 01:36

Seruan Pemakzulan Prabowo Muncul dari Ketakutan Operasi Besar Berantas Korupsi

Selasa, 07 April 2026 | 01:12

Selengkapnya