Berita

Eddy/RMOL

Hukum

Jika Agus Rahardjo Terbukti Korupsi, Komisi III Tak Mau Tanggung Jawab

SENIN, 25 SEPTEMBER 2017 | 21:32 WIB | LAPORAN:

Komisi III DPR RI tidak bertanggung jawab atas dilantiknya Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Agus Rahardjo yang diduga terlibat penyelewengan dana proyek Bina Marga DKI Jakarta.

Anggota Komisi III DPR, Eddy Kusuma Wijaya menyebut proses seleksi calon komisioner KPK berawal dari Panitia Seleksi (Pansel) yang ditunjuk pemerintah.

"Mereka (Pansel) menelusuri track record calon pemimpin dengan ketat, untuk kemudian direkomendasikan ke presiden," ujar Eddy di ruang kerjanya Gedung Nusantara I, Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (25/09).


Ia menuturkan nama-nama dari Pansel yang diajukan ke presiden kemudian dipilih beberapa nama yang lolos uji rekam jejak untuk kemudian diserahkan ke Komisi III. Nama-nama tersebut kemudian diuji pengetahuan dan kelayakan calon.

"Kalau sudah masuk tahap fit and proper test, kemudian Komisi III melakukan uji pengetahuan tanpa menanyakan rekam jejak lagi," jelasnya.

Menurutnya, pada saat uji kelayakan dan pengetahuan itu catatan dari rekam jejak calon komisioner yang diterima Komisi III tidak menunjukkan adanya masalah pada para kandidat.

"Dulu kan keliatannya bersih, nah sekarang ternyata tersangkut kasus, bingung juga saya," imbuhnya.

Sebelumnya, dalam konferensi pers Pansus Hak Angket KPK menyebut ketua KPK Agus Rahardjo terlibat kasus penyelewengan anggaran alat berat penunjang perbaikan jalan pada Dinas Bina Marga Provinsi DKI Jakarta pada tahun 2015. Agus saat itu menjabat Kepala Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah (LKPP).[san]

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Steve Hanke Ungkit Lagi Keputusan IMF 1998, Klaim Rupiah Bisa Setara Dolar AS

Selasa, 30 Juni 2026 | 08:12

Gibran Ingin Generasi Muda Jadi Perekat Persatuan Bangsa

Selasa, 30 Juni 2026 | 08:06

Komut Pertamina Mochamad Iriawan Pastikan Kesiapan SAF dan Operasional B50 di Jawa Timur

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:57

Wall Street Berpesta! Dow Cetak Rekor

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:53

Nasib Nadiem Ditentukan di Sidang Vonis Hari Ini

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:42

Kekayaan AHY Naik Hampir Enam Kali Lipat, Kini Tembus Rp118,65 Miliar

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:29

STOXX 600 Menguat Tipis, Saham Teknologi dan Energi Topang Bursa Eropa

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:24

Jerman Tumbang, Paraguay Melaju ke Perempat Final Piala Dunia 2026

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:14

Pimpin BEI 2026-2030, Jeffrey Hendrik Targetkan Pasar Modal Indonesia Tembus 10 Besar Dunia

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:02

Dana GCA Diklaim Bisa Stabilkan Nilai Tukar Rupiah

Selasa, 30 Juni 2026 | 06:48

Selengkapnya