Berita

Jokowi/Net

Politik

Jokowi dan Gatot Nurmantyo Terkesan Konflik, Karena Konsensus Gus Dur Dilanggar

MINGGU, 24 SEPTEMBER 2017 | 21:23 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Presiden Joko Widodo diminta untuk arif dan bijaksana menyikapi manuver politik Panglima TNI Gatot Nurmantyo yang ditengarai kian terlihat agresif untuk kepentingan Pilpres 2019.

"Sebaiknya disikapi secara lebih arif dan bijaksana-bijaksini. Begitulah cara menetralisasi kekualatan pada sesepuh bangsa, Gus Dur," ujar juru bicara presiden era Gus Dur, Adhie M Massardi, kepada redaksi sesaat lalu, Minggu (24/9).

Adhie bercerita, dulu jelang pergantian Panglima TNI Moeldoko, dirinya mengingatkan Jokowi agar menghormati konsensus yang dibuat KH Abdurrahman Wahid alias Gus Dur untuk melakukan rotasi kepemimpinan di tubuh TNI dari tiga matra. Namun, konsensus ini dilanggar secara sadar dengan mengangkat Gatot sebagai panglima menggantikan Moeldoko yang sama-sama dari unsur TNI AD.


"Orang-orang di sekitar Jokowi tidak ada yang paham soal konsensus ini. Dikira konsensus lebih rendah dari undang-undang. Mereka juga tidak paham fatsun berbangsa dan bernegara yang lebih meninggikan konsensus daripada undang-undang, bahkan terkadang dari Konstitusi. Pandangan Gus Dur sekarang terbukti. Sekarang muncul masalah," papar Adhie.

Adhie menjelaskan konsensus yang dibuat Gus Dur bersama sejumlah tokoh nasional untuk melakukan rotasi kepemimpinan di TNI adalah untuk menghilangkan ego sektoral dan jago-jagoan di angkatan, sebab sesungguhnya TNI adalah satu; Angkatan Darat, Laut dan Udara. Terpenting, konsesus ini juga untuk meminimalisir institusi TNI dijerumuskan pada aktivitas politik untuk kepentingan pribadi elitnya.

"Konsesus ini baik untuk TNI kembali ke pangkuan rakyat agar menjalankan politik negara. Ketika institusi lain amburadul, termasuk Polri, TNI bisa menjadi lembaga yang relatif dekat dan dipercaya oleh rakyat, tampil meluruskan," masih kata Adhie Massardi.

Adhie mengingatkan bahwa Gus Dur telah mempertaruhkan reputasi politiknya untuk melakukan rotasi kepemimpinan di TNI agar tidak melulu berasal dari AD, sebagaimana menjadi fatsun di era Orba.

Gus Dur berpandangan rotasi kepemimpinan di TNI perlu dilakukan karena menyangkut kelangsungan TNI dan juga kehidupan berbangsa dan bernegara, apalagi ketika itu resistensi terhadap TNI sangat tinggi karena dianggap menjadi tulang punggung Orba. Namun sayangnya, 'tuah' Gus Dur ini dilanggar.

"Kalau saja Jokowi mengikuti arahan Gus Dur waktu mengangkat panglima TNI, maka tidak akan terjadi kondisi seperti sekarang ini. Sekarang pandangan Gus Dur terbukti. Berbagai manuver politik muncul, bahkan terkesan Panglima bersengketa dengan Presiden," tukas Adhie Massardi. [wah]

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

KPK Sita Aset Rp22 Miliar Milik Anwar Sadad, Mulai Rumah hingga SPBE

Rabu, 22 Juli 2026 | 20:42

UPDATE

OIKN Siapkan Rangkaian Prosesi Penghormatan dan Pemakaman Troy Pantouw

Minggu, 26 Juli 2026 | 14:25

Tugu Koperasi Tasikmalaya Direvitalisasi Jadi Cagar Budaya Nasional

Minggu, 26 Juli 2026 | 14:18

BMKG Minta Masyarakat Waspadai Gelombang Tinggi di Beberapa Perairan Indonesia

Minggu, 26 Juli 2026 | 14:11

Lesley Simpson Racik Drama Psikologis Bunga di Tepi Jurang

Minggu, 26 Juli 2026 | 14:05

Indonesia Harus Terdepan Gerakkan Dunia Internasional Selamatkan Gaza

Minggu, 26 Juli 2026 | 14:00

SMRC Catat Kepuasan Publik terhadap Prabowo Turun 30 Persen

Minggu, 26 Juli 2026 | 13:58

Mantri BRI Jangkau Masyarakat Pegunungan Toraja Utara Hadirkan Layanan Perbankan

Minggu, 26 Juli 2026 | 13:28

Sudaryono Jangan Sesatkan Publik soal Mitos Telur Penyebab Bisul

Minggu, 26 Juli 2026 | 13:19

KPK Usut Dugaan Suap ke Pejabat Pemkot Bengkulu

Minggu, 26 Juli 2026 | 13:12

Kemenkes Perluas Skrining HIV, Putus Rantai Penularan di Masyarakat

Minggu, 26 Juli 2026 | 12:42

Selengkapnya