Berita

Rina Saadah/Neh

Politik

Pemuda Tani HKTI Ajak Petani Indonesia Terus Berinovasi

MINGGU, 24 SEPTEMBER 2017 | 11:15 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

Masyarakat tani Indonesia harus terus berinovasi karena inovasi merupakan hal yang mendesak dalam pertanian Indonesia.

Begitu Ketua Umum Dewan Pengurus Nasional Pemuda Tani HKTI, Rina Saadah Adisurya saat memperingati Hari Tani Nasional, Minggu (24/9).

"Selama ini sektor pertanian kita masih konvensional. Penelitian dan kajian di sektor ini juga masih rendah," kata Rina.


Ia mencontohkan tentang panen padi yang saat ini masih ketinggalan. Masa panen padi di Indonesia selama ini masih 90 sampai 150 hari. Melihat kondisi ini, HKTI yang dinahkodai Moeldoko memperkenalkan bibit beras yang dinamakan M70D. Bibit itu memiliki masa panen yang cepat, sehingga bisa membantu kesejahteraan rakyat.

"Salah satu peran HKTI dalam mendorong inovasi sektor pertanian adalah dengan memperkenalkan bibit beras yang dinamakan M70D oleh Ketua Umum HKTI Bapak Moeldoko. Melalui M70D, panen padi yang awalnya masih 90 hari sampai 150 hari, kini bisa jadi 70 hari," tambahnya.

Inovasi di sektor pertanian penting karena sektor tersebut merupakan sektor vital di Indonesia. Sementara petani merupakan salah satu elemen ketahanan nasional dalam bidang pangan.

"Pertanian itu sektor vital. Apalagi 40 persen rakyat Indonesia bekerja dan mengadu nasib di sektor itu. Sebagai negara agraris, pemerintah harus punya konsen serius menggarap sektor itu. Salah satunya terus mendorong inovasi di sektor ini," terang alumnus Kajian Ketahanan Nasional Pascasarjana Universitas Indonesia itu.

Rina menambahkan bahwa inovasi di sektor pertanian juga dalam rangka mendorong minat kaum muda mencintai sektor pertanian. Pasalnya, minat anak-anak muda Indonesia untuk bekerja di sektor pertanian dari tahun ke tahun semakin mengecil.

"Semakin kecilnya minat anak-anak muda Indonesia untuk bekerja di sektor pertanian harus menjadi keprihatinan. Ini karena kaum muda menganggap sektor pertanian tidak cukup memberikan harapan," tambahnya.

Karenanya, Rina mendorong pemerintah mampu meyakinkan kepada kaum muda bahwa pertanian merupakan sektor yang menjanjikan.

"Anak-anak muda harus didorong masuk ke sektor ini. Pemerintah harus mampu meyakinkan bahwa pertanian adalah sektor yang menjanjikan," jelasnya. [ian]

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

UPDATE

Tanpa Laboratorium Kuat, RI Hanya Jadi Pasar Teknologi Asing

Sabtu, 18 April 2026 | 00:13

Megawati-Dubes Jerman Bahas Geopolitik dan Antisipasi Krisis Global

Sabtu, 18 April 2026 | 00:01

Mahasiswa ITB Goyang Erika

Jumat, 17 April 2026 | 23:39

Kereta Api Bakal Hadir di Tanah Papua

Jumat, 17 April 2026 | 23:21

Industri Kosmetik dan Logistik Wajib Halal Oktober 2026

Jumat, 17 April 2026 | 23:01

Revisi UU Pemilu Rawan jadi Bancakan Parpol

Jumat, 17 April 2026 | 22:36

Pesan Prabowo di Dharma Santi 2026: Jaga Harmoni, Perkuat Persaudaraan

Jumat, 17 April 2026 | 22:14

Menkop: Prabowo Tegaskan Negara Hadir Atur Ekonomi Lewat Kopdes

Jumat, 17 April 2026 | 21:45

Dewas Didesak Gelar Perkara Laporan terhadap Jubir KPK

Jumat, 17 April 2026 | 21:35

YLBHI Diminta Kembali ke Khitah Bela Masyarakat Marginal

Jumat, 17 April 2026 | 21:20

Selengkapnya