Berita

Setya Novanto/Net

Politik

Sirkulasi Darah Ke Otak Berkurang, Setya Novanto Perlu Jalani Operasi Tahap II

JUMAT, 22 SEPTEMBER 2017 | 09:57 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Kondisi Setya Novanto masih belum stabil usai menjalani operasi katerisasi jantung beberapa waktu lalu. Ketua DPR RI itu masih sering pusing, kembung, dan muntah-muntah.

"Saya sempat beber‎apa kali melihat adik saya itu muntah-muntah," ujar kakak kandung Novanto, Setyo Lelono saat dihubungi, Jumat (22/9).

Setyo menjelaskan pihaknya telah menyerahkan penanganan keluhan Novanto itu kepada pihak rumah sakit. Hasilnya, setelah dilakukan analisa dan CT Scan, maka sesegera mungkin perlu dilakukan tindakan operasi tahap kedua. Sebab, ada gangguan penyempitan di saluran pernapasan.


"Operasi tahap kedua harus sesegera mungkin. Karena proses sirkulasi oksigen ke otak berkurang bahkan bisa menutup aliran udara sewaktu-waktu, sehingga dapat memicu melambatnya kerja jantung yang bisa mempengaruhi semua fungsi organ tubuh lainnya. Kalau terjadi bisa sudden death," tegasnya.

Sudden death yang dimaksud Setyo adalah kemungkinan kematian mendadak jika ketua umum Partai Golkar itu tidak segera ditangani.

"Ini sangat urgent dan harus dihindari jangan sampai terjadi, karena  tidak bisa diprediksi kapan terjadi," urainya.

Setyo menjelaskan bahwa dalam tahap operasi kedua ini, dokter telah menghentikan pemberian obat pengencer darah pada Novanto. Menurutnya. pemberhentian ini beresiko tinggi bagi keselamatan Novanto karena gangguan yang lain belum ditangani.

"Tetapi harus dilakukan, sekali lagi dikhawatirkan adanya penyumbatan ulang yang dapat mengakibatkan sudden death. Beberapa hal lainnya juga harus dijaga secara intensif baik itu kondisi jantung, ginjal, tensi, aliran darah, dan sebagainya," jelasnya.

"Mohon doanya ya," tutup Setyo mengakhiri. [zul]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

UPDATE

Konsep Pasar Modern Tak Harus Identik Bangunan Mewah

Selasa, 07 April 2026 | 04:15

Jangan cuma Israel, Preman Kampung di Purwakarta Juga Wajib Dikutuk

Selasa, 07 April 2026 | 04:04

Tukang Ojek Ditembak Penumpang, Motor Dibawa Kabur

Selasa, 07 April 2026 | 03:38

Subsidi BBM Bocor Rp7 Triliun Gegara Kemacetan Jakarta

Selasa, 07 April 2026 | 03:15

KA Bangunkarta Anjlok di Bumiayu, Penumpang Dievakuasi 10 Bus

Selasa, 07 April 2026 | 03:00

Fahira Sodorkan Lima Strategi Pasar Tradisional Jadi Fondasi Jakarta Kota Global

Selasa, 07 April 2026 | 02:25

Waspada Politik Gunting dalam Lipatan di Lingkaran Istana

Selasa, 07 April 2026 | 02:11

Muslim Iran, Berjuanglah untuk Islam

Selasa, 07 April 2026 | 02:07

Viral Mobil Dinas di Kawasan Puncak, Pemprov DKI Minta Maaf

Selasa, 07 April 2026 | 01:36

Seruan Pemakzulan Prabowo Muncul dari Ketakutan Operasi Besar Berantas Korupsi

Selasa, 07 April 2026 | 01:12

Selengkapnya